Jakarta — Momentum pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan oleh keluarga besar Nahdlatul Wathan Jakarta untuk memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT. Dalam kegiatan pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan dan doa bersama yang berlangsung di Masjid Hamzanwadi Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, Senin malam Selasa (15/6/2026), perhatian tertuju pada doa khusus yang dipimpin oleh Kiai H. Muhammad Suhaidi untuk bangsa, negara, dan pemimpin Indonesia.
Di hadapan para santri, jamaah, alumni, dan masyarakat yang hadir, Kiai Muhammad Suhaidi mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, dan petunjuk oleh Allah SWT dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

Dengan penuh khidmat, beliau memohon agar Presiden dan Wakil Presiden selalu berada dalam lindungan Allah SWT serta diberikan keikhlasan dan keteguhan hati dalam mengemban tanggung jawab besar memimpin bangsa yang beragam ini.
Dalam doanya, Kiai Muhammad Suhaidi mendoakan para pemimpin sebagai bagian dari ikhtiar menjaga stabilitas dan kemaslahatan bangsa. Karena keberhasilan seorang pemimpin dalam menjalankan amanah akan membawa dampak besar bagi kesejahteraan rakyat dan kemajuan negara.
“Mudah-mudahan beliau sehat walafiat, panjang umur, selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta diberikan taufik dan hidayah dalam memimpin bangsa dan negara Indonesia,” demikian salah satu harapan yang dipanjatkan dalam doa bersama tersebut.
Tidak hanya mendoakan Presiden, Kiai Muhammad Suhaidi juga mengajak jamaah untuk memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa menjadi negeri yang aman, damai, sejahtera, dan terjaga persatuannya. Beliau berharap seluruh rakyat Indonesia memperoleh keberkahan, kehidupan yang lebih baik, serta dijauhkan dari berbagai bentuk perpecahan yang dapat mengganggu keutuhan bangsa.
Doa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian acara menyambut Tahun Baru Islam 1448 H yang diisi dengan pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan, Surah Yasin dan doa bersama. Suasana Masjid Hamzanwadi malam itu dipenuhi kekhusyukan ketika para jamaah mengaminkan setiap doa yang dipimpin oleh Kiai Muhammad Suhaidi.
Pergantian tahun baru Hijriah bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum memperbarui niat, memperkuat keimanan, dan memperbanyak doa bagi umat, bangsa, serta para pemimpin negeri. Karena itu, doa yang dipanjatkan untuk Presiden Republik Indonesia pada malam pergantian tahun tersebut menjadi simbol harapan agar Indonesia terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik, dengan pemimpin yang amanah, rakyat yang sejahtera, dan negara yang senantiasa mendapat rahmat serta pertolongan dari Allah SWT.
Acara doa bersama berlangsung dalam durasi yang lumayan lama yaitu sekitar satu jam lebih, ditutup dengan pembacaan doa dan munajat bersama, memohon agar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan bagi seluruh umat Islam, bangsa Indonesia, dan perjuangan Nahdlatul Wathan di berbagai penjuru tanah air.




