Sinar5news.com – Jakarta – Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. yang merupakan mantan Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2021 menerima penghargaan sebuah anugerah sebagai pejuang NU. Abuya juga mendoakan Nahdlatul Ulama dibawah Komando Kiai Yahya Cholil Staquf agar senantiasa lebih baik lagi dari beberapa pengurus NU sebelumnya.
“Semoga NU senantiasa lebih maju, sukses dari masa-masa sebelumnya”, Ujar Kiai Said saat memberikan sambutannya usai menerima penghargaan pada Rabu, (1/2/2023).
Dalam momentun tersebut, Kiai Said juga menekankan pentingnya persatuan yang solid dan kokoh agar NU dapat menghadapi berbagai tantangan dan rintangan kedepannya yang sudah menanti.
“In syaa Allah, jika kita solid, satu barisan pasti tantangan besar akan terlihat kecil dan mudah”, Ungkapnya.
Perlu diketahui pada malam penghargaan Anugerah Satu Abad tersebut, PBNU memberikan penghargaan kepada para tokoh kategori Nasional dan Internasional. Selain tokoh-tokoh, PBNU juga memasukkan kategori penghargaan kepada Instansi yang telah memberikan kontribusi terbaik kepada umat islam seperti Ponpes, Pengabdi dan beberapa lainnya.
Diantara beberapa penghargaan kategori nasional ialah Ir. Soekarno, KH Abdul Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid, dan Usmar Ismail.
Disatu sisi Pesantren juga masuk dalam kategori penghargaan Ponpes Satu Abad diantaranya, Ponpes Darussalam Martapura Kabupaten Banjar, Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Situbondo dan Ponpes Al Kaumani (APIK) Kaliwungu Kendal.
Sementara kategori tokoh Internasional ialah Al Azhar Kairo Mesir, Sayyid Abbas bin Abdul Azis, Syaikh Yasin Al Fadani dan Martin Van Bruinessen.
Lebih lanjut, untuk kategori pengabdi sepanjang hayat diberikan kepada Prof KH Ali Yafie, KH Turmudzi Badarudin, Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid, dan TGH Tabrani Basri. Ihwal kategori pejuang NU, penghargaan diberikan kepada Kiai Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode 2010-2021 dan kepada Wakil Presiden RI Kiai Ma’ruf Amin sebagai Rais Aam PBNU.



