oleh: M. Agus Yusron
(Ketua Bidang Kesekretariatan dan Administrasi Majelis Dzikir al-Ittihad Perindo)
Pelantikan Pengurus Pusat Majelis Dzikir al-Ittihad Perindo ternyata dijadikan polemik oleh sebagian orang yang melihat seremonial tersebut secara parsial. Apalagi pelantikan struktural pengurusnya dikukuhkan oleh Ketua Umum Partai Perindo, Bapak Hary Tanoesoedibjo, seorang non-Muslim.
Padahal, menurut Dr. TGH. Najmul Akhyar (Ketua Umum Majelis Dzikir al-Ittihad Perindo), hadirnya Majelis Dzikir al-Ittihad ini sebagai wujud nyata bahwa Partai Perindo sebagai salah satu partai yang nasionalis-religius, sehingga persoalan keagamaan menjadi terakomodir, tidak terabaikan, kehadirannya untuk kepentingan umat Muslim itu sendiri.
*Apakah pelantikan yang dilakukan oleh Bapak Hary Tanoesoedibjo menyimpang dan berlawanan dengan syariat Islam?*
Jawabannya tentu tidak, karena yang dikukuhkan adalah struktur kepengurusannya, bukan zikirnya. Sebagai ketua umum Partai Perindo, HT berhak meresmikan salah satu sayap partainya. Sama halnya dengan pejabat pemerintah yang meresmikan rumah ibadah yang berbeda dengan keyakinannya. Seperti Presiden Rusia Vladimir Putin yang meresmikan masjid terbesar di Eropa (Baca detik.com “Resmikan Masjid Terbesar di Eropa, Putin: Ini Kebanggaan Rusia”, 24 September 2015), atau Anies Baswedan ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta yang meresmikan banyak gereja (Baca Republika Online “Saat Anies Dikalungkan Syal ‘Terima Kasih’ Selepas Meresmikan Gereja”, 5 September 2022).
Penyimpangan justru dilakukan oleh orang-orang yang menyerang seremonial tersebut, karena tuduhan yang dilayangkan tidak berdasar sama sekali, hanya berdasarkan nafsu kebencian dan asumsi yang dilatarbelakangi kecemburuan, tidak mengetahui secara komprehensif seperti apa kegiatan pelantikan tersebut. (Baca QS. Al-Hujurat/49: 6). Apalagi kemudian sampai menyerang sosok ulama seperti Tuan Guru Bajang, atau pengurus-pengurus yang dilantik saat itu, dimana mereka berasal dari kalangan ulama, ustadz, pimpinan pondok pesantren, hafizh Qur’an, dan ahli agama Islam lainnya. Menuduh sesama Muslim tanpa ilmu yang cukup sangat jelas sebagai sebuah penyimpangan.
*Memang, apa saja kegiatan pada acara pelantikan tersebut?*
Sangat bijak seandainya para “nyinyier’s” menanyakan acara tersebut sebelum berkomentar negatif, sehingga terhindar dari kesalahan dan penyimpangan.
Secara sederhana, acara pelantikan Majelis Dzikir al-Ittihad dimulai dengan pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan, kumpulan doa-doa yang diijazahkan dan diwariskan oleh ulama kharismatik asal NTB, Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Hiziban dihadiri oleh para Tuan Guru, ulama, asatidz, dan kurang lebih 1.200-an jamaah dari berbagai daerah. Setelah kegiatan hiziban, dilanjutkan zikir-zikir lainnya, shalawatan, hingga pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
*Apakah TGB hanya mendampingi HT?*
Kita tidak perlu mengajarkan TGB bagaimana memosisikan agama dan mengamalkannya, sama saja dengan mengajarkan Cristiano Ronaldo bagaimana bermain sepakbola yang benar. Pada acara tersebut, TGB mengijazahkan doa-doa yang ada di dalam Al-Qur’an yang beliau terima dari para Masyaikh Al Azhar Kairo, Mesir. Berikut doa yang kemudian TGB anjurkan kepada para jamaah untuk diamalkan sebagai wirid atau zikirnya.
*1. Doa agar anak menjadi pribadi yang sholeh, tenang, dan memiliki hafalan yang kuat*
Bacalah QS. Al-Isra`/17: 82
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ٨٢
_Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian._
*Tatacaranya:* pegang dada anak, baca basmalah, kemudian bacakan ayat di atas.
Kalau kesulitan membaca semuanya, maka bisa membaca kata “شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ” saja, agar Allah berikan ketenangan bagi anak. Doa ini bisa dilakukan untuk diri sendiri atau orang lain, agar Allah sembuhkan hati kita dan selalu memberikan kita rahmat.
*2. Doa saat melakukan pekerjaan atau aktivitas*
Bacalah QS. Al-Isra`/17: 80
وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا ٨٠
_Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)._
Merutinkan ayat ini sebagai zikir/wirid, akan memudahkan kita saat melakukan aktivitas, baik itu bisnis, pendidikan, dan sebagainya.
*3. Doa saat menghadapi situasi dan kondisi yang berat*
Bacalah QS. At-Taubah/9: 128-129
لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ١٢٨ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ࣖ ١٢٩
_Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman._
_Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.”_
Ayat ini merupakan doa yang selalu diamalkan oleh Rasulullah Saw. saat menghadapi kondisi atau situasi yang sangat berat. Jadi sangat layak diamalkan oleh kita semua, semoga Allah memberikan kita jalan keluar selanjutnya.
Jadi, posisi Tuan Guru Bajang dan Majelis Dzikir al-Ittihad ini sangat jelas. Bagi para penuduh dan penyinyir, sebaiknya mengamalkan doa-doa yang diijazahkan tersebut, agar hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan terhindar dari kejulidan yang hakiki.
Tetapi silakan baca *“Qobiltu Ijazah”,* biar dapat berkah dan legal untuk diamalkan.😁🙏 _Wallahu a’lam._




