Penjelasan Tafsir Pendekatan Syair Al Fatihah Ayat 3

Penjelasan Tafsir Pendekatan Syair Al Fatihah Ayat 3

Penjelasan Tafsir Pendekatan Syair Al Fatihah Ayat 3

Karya: Abu Akrom

Sifat-sifat Allah SWT sangatlah banyak dan agung. Di dalam Al-Qur’an, kita mengenal 99 nama-nama Allah yang indah atau Asmaul Husna. Di antara ke-99 nama tersebut, ada dua sifat utama yang mengawali segalanya dan akan kita kaji bersama melalui pendekatan syair berikut ini.

“Kasih-Nya tersebar merata, kepada semua makhluk-Nya.”

Dua sifat utama tersebut adalah Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang). Berikut adalah penjabaran dari kedua sifat tersebut:

1. Ar-Rahman (Maha Pengasih)

Sifat Ar-Rahman bermakna bahwa kasih Allah tersebar merata kepada seluruh makhluk tanpa terkecuali.

  • Pencipta dan Ciptaan: Kita harus memahami perbedaan antara Khaliq (Sang Maha Pencipta, yakni Allah SWT) dan Makhluk (yang diciptakan). Makhluk Allah di alam semesta ini jumlahnya tak terhingga dan tak ada satu pun manusia yang mampu menghitungnya. Mulai dari kelompok manusia, hewan, tumbuhan, malaikat, jin, hingga hal-hal terkecil seperti debu, kuman, bahkan sel-sel dan saraf di dalam tubuh kita. Semuanya membuktikan kebesaran Allah. La haula wala quwwata illa billah.

  • Jaminan Rezeki Sebelum Diciptakan: Kasih Allah berwujud pada tanggung jawab-Nya. Sebelum atau saat Allah menciptakan sesuatu, Dia sudah menyiapkan rezekinya. Oleh karena itu, kita tidak perlu panik atau takut. Seorang bayi yang lahir telah membawa rezekinya masing-masing.

  • Bukti di Sekitar Kita: Bayangkan ikan-ikan di lautan dari yang terkecil hingga raksasa, siapa yang memberi mereka makan jika bukan Allah? Begitu juga dengan hewan di sekitar kita. Kucing peliharaan yang ditinggal pulang kampung berminggu-minggu, atau kucing yang terjebak banjir di atas lemari selama berhari-hari, nyatanya tetap hidup. Ini adalah bukti bahwa Allah memelihara mereka dengan cara yang tidak selalu kita ketahui. Begitu pula orang tua renta yang sudah pensiun atau tidak bekerja; rezekinya tetap mengalir, entah melalui anak, cucu, atau tetangganya.

  • Berlaku untuk Semua: Sifat Ar-Rahman ini diberikan kepada semua manusia di dunia, baik yang beriman maupun yang kafir, yang taat beribadah maupun yang tidak. Siapa pun yang bekerja keras di dunia ini, Allah akan memberinya rezeki sebagai bentuk keadilan dan kasih sayang-Nya di dunia.

2. Ar-Rahim (Maha Penyayang)

Jika Ar-Rahman berlaku untuk semua makhluk di dunia, maka sifat Ar-Rahim adalah kasih sayang yang bersifat khusus.

“Ar-Rahim, nama-Nya Maha Penyayang, kepada hamba yang beriman, dari dunia hingga ke surga.”

  • Kasih Sayang Spesial: Ar-Rahim diperuntukkan khusus bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Jika Ar-Rahman ibarat gaji bagi siapa saja yang bekerja, maka Ar-Rahim adalah “bonus” atau perlakuan spesial (VIP) dari Allah untuk hamba yang disayangi-Nya, yang berlaku tidak hanya di dunia, tetapi berlanjut hingga ke akhirat (surga).

  • Karunia Lahir dan Batin: Orang yang mendapatkan Ar-Rahim tidak hanya dicukupkan kebutuhan lahiriahnya (makan, minum, tempat tinggal), tetapi juga diberikan kenikmatan batin yang jauh lebih berharga, di antaranya:

    • Iman: Keyakinan yang teguh di dalam dada.

    • Taufiq: Kesesuaian antara keinginan kita dengan rida Allah. Saat kita ingin masuk surga, Allah membimbing langkah kita ke arah sana.

    • Hidayah: Petunjuk yang senantiasa menyertai setiap ucapan, tindakan, dan pikiran kita.

    • Barakah (Berkah): Bertambahnya nilai kebaikan. Berkah tidak selalu diukur dari banyaknya uang. Kesehatan yang terjaga dan ketenangan jiwa adalah berkah. Jika pun diberi harta berlimpah, harta tersebut tidak membuatnya malas, melainkan justru membuatnya semakin rajin beribadah, bersedekah, dan membantu sesama.

Kesimpulan

Kita tidak boleh berputus asa, karena berputus asa berarti meragukan kekuasaan dan pemeliharaan Allah SWT. Tugas kita di dunia ini adalah terus meningkatkan kualitas penghambaan kita. Mari kita melangkah dari sekadar menerima Ar-Rahman (kasih Allah di dunia) menuju pencapaian Ar-Rahim (sayang Allah hingga ke surga). Semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapatkan karunia ganda tersebut.

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA