Prof Agustitin Setyo Budi: WISATA BATINIAH SERI KE LIMA,TENTANG PENTINGNYSA BERSSEDEEKAH

Prof Agustitin Setyo Budi: WISATA BATINIAH SERI KE LIMA,TENTANG PENTINGNYSA BERSSEDEEKAH

*رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ,*

*Rabbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab*

_Artinya: *”Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7)*

*يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ*

*Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik*
Artinya: *“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”* (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)_*

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

*Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’tik

*اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً*

_*”Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada MU ilmu yg bermanfaat, rezeki yang Halal dan Amal yg diterima*

*BERSEDEKAH JANGAN TUNGGU REJEKI MELIMPAH*

*Rasulullah Saw. bersabda :*

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَتِرَ مِنَ النَّارِ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَلْيَفْعَلْ

_”Barangsiapa di antara kalian yang mampu membentengi dirinya dari neraka walaupun dengan bersedekah separuh kurma, maka lakukanlah.”_
*(HR. Muttafaqun ‘Alaihi)*

*Al-Hafizh an-Nawawi rahimahullah mengatakan :*
_”Di dalam hadits ini terdapat anjuran untuk bersedekah. Sedikitnya buah kurma bukan menjadi penghalang untuk bersedekah, karena walau hanya sedikit yang disedekahkan, itu merupakan sebab keselamatan dari neraka.”_

Cukup banyak orang yang memilih untuk menahan hartanya dan mengatakan bahwa dirinya baru akan bersedekah banyak ketika rezeki melimpah. Padahal, rezeki berlimpah itu biasanya justru mengikuti sedekah. Artinya, semakin banyak bersedekah, semakin besar potensi rezeki berlimpah yang kita miliki.

*Allah SWT berfirman :*
_”Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.”_
*(QS. Al-Baqarah/ 2, Ayat : 261)*

Nilai sedekah di saat sulit lebih besar daripada di saat lapang. Tentu saja bersedekah lima puluh ribu Rupiah di saat kita hanya punya uang seratus ribu Rupiah, adalah lebih bernilai dibandingkan sedekah satu juta Rupiah di saat kita memiliki harta Milyaran.

*Rasulullah Saw. bersabda :*
_”Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham.”_
*Lalu ada yang bertanya :*
_”Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?”_
*Beliau menjelaskan :*
_”Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.”_
*(HR. An Nasai No. 2527)*

Jika kita sudah kaya, dengan kelimpahan rezeki, bersedekah menjadi biasa-biasa saja. Justru sedekah terbaik dilakukan ketika kita masih mengharap kekayaan.

*Dari Abu Hurairah Ra. Ia berkata bahwa ada seseorang yang menemui Nabi Saw. kemudian berkata :*
_”Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?”_
*Beliau menjawab :*
_”Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat, saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, “Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan.”_
*(HR. Bukhari No. 1419 dan Muslim No. 1032)

KISAH BERSEDEKAH DENGAN SETENGAH BUAH DELIMA

_PADA suatu hari, Sayyidah Fatimah az-Zahra (putri Nabi Muhammad SAW) sangat menginginkan buah delima. Demi istri tercintanya, Ali bin Abi Thalib berangkat ke pasar untuk mencari delima. Mengingat uangnya terbatas, Ali hanya membeli satu buah delima untuk Fatimah. Itu pun yang separo disedekahkan kepada peminta di tengah jalan ._

DALAM perjalanan pulang dari pasar, di tengah jalan, Ali bin Abi Thalib bertemu seseorang miskin, yang menginginkan buah delima. Merasa kasihan, Ali pun menyedekahkan setengah buah delima tersebut kepada orang miskin tadi.
SAMPAI di rumah, Ali menceritakan kepada istrinya, Fatimah, mengapa buah delima yang dibawakannya tinggal setengah. Selang beberapa lama, terdengar seseorang mengetuk pintu. Begitu dibuka, ternyata Salman al-Farisi, yang berdiri di depan pintu, membawa sembilan buah delima.
RASULULLAH SAW rupanya mengutus Salman al-Farisi untuk memberikan sepuluh buah delima kepada Fatimah. Rupanya Salman menyembunyikan satu buah delima sehingga yang dibawanya hanya sembilan buah delima.
SALMAN lalu berkata, *_“Ini ada buah delima dari Rasulullah SAW untuk Fatimah.”_*

ALI lalu berkata, *_“Kalau benar ini dari Rasulullah SAW, pasti jumlahnya sepuluh. Bukan sembilan.”_*

MENDENGAR hal itu, Salman al-Farisi kaget. Lalu ia bertanya, *_”Bagaimana engkau tahu wahai Sayyidina Ali?”_*
ALI pun menjawab, *_“Karena saya ingat firman Allah yang berbunyi_ _* man ja a bi al-hasanati fa lahu ‘asyru amtsaliha. _*Barangsiapa yang membawa amal baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya.”*_
DALAM Alquran, Surah Al-An’am ayat 160, Allah berfirman (yang artinya), *_”Barangsiapa yang membawa amal baik, maka baginya pahala amal baik sepuluh kali lipat.”_*

ITULAH hikmah sedekah. Allah akan menggantinya dengan kelipatannya yang jauh lebih banyak

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA