Konsep islam menawarkan keseimbangan materi dan spritual.:
“Seperti contoh , orang boleh punya orientasi menjadi kaya tetapi tidak boleh rakus dan pelit. Inilah rumusan sederhana tentang konsep ekonomi islam yang berorientasi pada nilai ibadah, semangat kebersamaan dan azas keadilan. Hal ini disampaikan bahwa: Keseimbangan antara materi dan spiritual dalam konsep islam. Islam tidak menetapkan takaran maksimal boleh mengambil untung dari suatu transaksi,tetapi islam melarang orang untuk memanfaatkan situasi mencari keuntungan besar sehingga harga tidak terjangkau,a.
Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Pada saat ini diperkirakan jumlah umat Muslim di Indonesia mencapai 207 juta orang dan mayoritas populasi penduduk di Indonesia memeluk agama Islam.
Dalam beberapa tahun terakhir ekonomi syariah terus berkembang. Secara global, Arab Saudi memimpin dalam penguasaan aset keuangan syariah disusul Malaysia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Turki dan Indonesia.
Indonesia terdapat beberapa contoh variasi produk keuangan syariah seperti yang terdapat pada Pegadaian Syariah yang menyediakan penjualan emas, pendanaan pengusaha mikro hingga pendanaan untuk kendaraan bermotor.
Jadi pengertian sepitual Ekonomi mirip.dengan prakrek ekonomi syariah, atau sering disebut juga dengan Ekonomi Islam adalah bentuk percabangan ilmu ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ekonomi syariah melandaskan pada syariat Islam, yang berasal dari Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’, dan Qiyas. Hukum-hukum yang melandasai prosedur transaksi sepenuhnya untuk kemaslahatan masyarakat.
Kesejahteraan masyarakat ini tidak diukur dari aspek materil saja, namun juga mempertimbangkan dampak sosial, mental dan spiritual serta dampaknya pada lingkungan.
Berikut adalah beberapa karakteristik spiritual ekonomi , antara lain:
a. Sistem Bagi Hasil yang salah satu prinsip ekonomi syariah adalah pembagian kepemilikan yang mengedepankan keadilan Artinya, keuntungan yang diperoleh dari aktivitas ekonomi dibagi secara adil, misalnya dalam perbankan syariah ada bagian keuntungan untuk bank maupun untuk nasabah.
b. Penggabungan antara Nilai Spiritual dan Material. Ekonomi yang di wujudkan menjadi ekonomi syariah hadir sebagai wujud dalam membantu perekonomian para nasabah untuk mendapatkan keuntungan sesuai ajaran Islam.
Kekayaan yang diperoleh dari kegiatan ekonomi dapat digunakan untuk zakat, infaq, dan shodaqah sesuai ajaran Islam.
c. Kebebasan berusaha tetap di kendari Ajaran Islam. Ekonomi syariah memberikan kebebasan kepada para pelaku ekonomi untuk bertindak sesuai hak dan kewajiban mereka dalam menjalankan perekonomian dan kegiatan yang dilakukan haruslah positif sesuai ajaran yang berlaku dan mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan.
d. Kepemilikan Multi Jenis yang mendung artinya bahwa kepemilikan dana dan harta dalam perekonomian sejatinya hanyalah milik Allah. Sehingga dalam menjalankan perekonomian sesuai dengan ajaran islam.
e. Nerusaha berlandaskan Akidah, Syariah, serta Moral . Semua kegiatan ekonomi didasarkan pada akidah, syariah dan moral untuk menyeimbangkan perekonomian.
f. Keseimbangan Rohani dan Jasmani harus menjadi ,tujuan perekonomian syariah bukan sekedar keuntungan fisik, namun diarahkan untuk mendapatkan keuntungan dan ketenangan batin di dalam hidup.
g. Perekonomian syariah memberikan ruang kepada pemerintah dan negara untuk ikut campur tangan sebagai penengah apabila terjadi suatu permasalahan.
h. Praktik Dinafikan karena adanyapenambahan pembayaran oleh orang yang memiliki harta kepada orang yang meminjam hartanya karena pengunduran janji pembayaran oleh pinjaman dari waktu yang telah ditentukan. Dalam perekonomian syariah praktik riba adalah hal yang dilarang.
Penjelasan pengertian spiritual ekonomi dan karakteristiknya, ternyata merupakan percabangan ilmu ekonomi berlandaskan nilai-nilai agama Islam. Perekonomian yang tidak hanya mencari keuntungan tapi juga bertujuan untuk ketentraman hati.
Namun perlu.jug di pahami bahwa Penggerak utama proses bisnis adalah keuntungan. Tujuan memperoleh ke untungan dalam perspektif ekonomi syariah bukanlah satu-satunya faktor pendorong kegiatan individu dalam proses bisnis yang digelutinya, melainkan juga dipengaruhi oleh kepuasan spiritual. Kepuasan spiritual ini me rupakan bentuk manifestasi kegiatan mencari keka yaan yang tidak terlepas dari hubungan manusia dengan manusia, tetapi juga hubungan manusia dengan Allah. Filsafat ekonomi Islam mengajarkan pentingnya hubungan antara nilai-nilai dan tujuan ekonomi.
Dalam Islam ekonomi harus bisa, mendorong kegiatan manusia da lam setting social yang mengakomodasi kepuasan spritualnya. Hal ini didasarkan pada premis bahwa eko nomi Islam dalam praktiknya lebih memerhatikan kehi dupan masyarakat dibandingkan dengan konsep ekonomi Barat
Prinsip ekonomi islam lebih mengutamakan kepentingan umum dan meng hargai kepentingan individu. Alquran mengajarkan, “Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-be da. Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik surga, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (mencapai kebahagiaan).” (QS al-Lail: 4-8) Ini artinya, cara-cara mencapai tujuan eko nomi dalam Islam merefleksikan interaksi secara har mo nis antara kehidupan spritualnya dan kehidupan duniawi.
Dalam Islam manusia sebagai ‘homo-Islamicus’ dalam mencari kekayaan, tidak hanya mencari kebaha giaan di dunia sebagaimana konsep ‘homo-economi cus’ dalam pemikiran ekonomi Barat yang dikembang kan oleh Adam Smith. Melainkan juga terkait dengan tujuan kebahagiaan di-Hari Kemudian (akhirat).
Kesamaan pada awalnya antara pemikiran ekonomi Adam Smith dan pemikiran Islam yang direpre sentasikan oleh pemikiran IbnKhaldun tentang masyarakat ekonomi yang ideal. Masyarakat ideal, menurut Adam Smith, adalah masyarakat yang diwarnai oleh nilai-nilai kebaikan, kedermawanan, dan melarang praktik bisnis yang melanggar hukum. Adam Smith menghubungkan perilaku ekonomi dengan ajaran moral.
Di indonesia nilai-nilai agama sangat memengaruhi siklus proses pertumbuhan ekonomi dengan meletakkan peran orang-orang yang baik, ke pemimpinan yang baik yang melaksanakan tata kelola yang baik, dan melindungi kepentingan publik. Implementasi prinsip-prinsip ini dalam praktik bisnis, termasuk praktik perbankan syariah, bahwa perbankan sya riah selalu harus membangun karakter sumber daya yang dimiliki, mengembangkan kepemimpinan yang memiliki komitmen terhadap tata kelola yang baik, dan melindungi kepentingan nasabah dalam keseimbangan.
Keseimbang antara tujuan yang ingin dicapai perbankan dan tujuan yang diharapkan nasabah. Dalam konteks ini, praktik perbankan syariah memiliki komitmen tinggi untuk men jalankan proses bisnis dengan tidak melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan, menggunakan kesempatan bagi diri sendiri dan orang lain melalui jabatan atau kedudukan.
Pengelolaan yang sehat dan dukungan SDM berkarakter sesuai dengan ajaran agama, kasus-kasus fraud semakin bisa di hindari guna melindungi kepentingan para pihak dan menempatkan kepercayaan masyarakat..





