Pada Sabtu pagi, 22 Februari 2025, sekitar pukul 05.30 WIB, jamaah Majelis Taklim Al-Hidayah Cakung mulai berkumpul di Perum Aneka Elok, Jakarta Timur. Dengan penuh semangat, mereka bersiap memulai perjalanan ziarah makam ke sejumlah lokasi bersejarah di Jakarta dan Bogor. Ziarah ini menjadi momen penuh makna untuk mengenang jasa para ulama besar yang berperan dalam penyebaran Islam di Nusantara.
Sekitar 40 orang mengikuti ziarah ke makam Ulama terkemuka yang ada di sekitar Jakarta-Bogor. Perjalanan dimulai dengan doa bersama membaca surat Al-Fatihah, surat Al-Fiil, potongan surat Al-Qashash ayat 85, serta doa naik kendaraan. Tujuan ziarah meliputi enam makam ulama dan tokoh Islam yang dihormati, yakni Makam Luar Batang, Makam Mbah Priuk, Makam Kwitang, Makam Cikini, Makam Pangeran Jayakarta, dan Makam Bogor Empang.
Di setiap makam, jamaah mengadakan tahlilan dan doa bersama, bermunajat kepada Allah SWT untuk memohon ampunan, dan kemudahan atas segala hajat mereka. Suasana penuh khidmat menyelimuti setiap kunjungan.

1. Makam Luar Batang
Destinasi pertama adalah Makam Luar Batang di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Di tempat ini, Al-Habib Husein bin Abubakar Alaydrus, seorang ulama besar asal Hadramaut, Yaman, dimakamkan. Beliau tiba di Batavia pada tahun 1736 dan dikenal sebagai pendakwah yang sangat dihormati. Habib Husein wafat pada tahun 1756 dan dimakamkan di area Masjid Jami Keramat Luar Batang, yang kini menjadi salah satu tempat ziarah terpopuler di Jakarta.

2. Makam Mbah Priok
Perjalanan berlanjut ke Makam Mbah Priok, atau Habib Hasan Muhammad Al-Hadad, yang berada di Jakarta Utara. Habib Hasan lahir pada tahun 1727 dan wafat pada tahun 1756. Beliau dikenal sebagai penyebar ajaran Islam di kawasan tersebut. Makam ini kerap menjadi tujuan peziarah yang ingin mendoakan ulama kharismatik ini.

3. Makam Kwitang
Makam Kwitang menjadi tujuan ketiga. Di sini, Habib Ali bin Abdurrahman bin Abdullah Al-Habsyi dimakamkan. Beliau wafat pada malam Senin, 20 Rajab 1388 H, dan dikenang sebagai ulama besar yang mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan ilmu agama Islam.

4. Makam Cikini
Selanjutnya, jamaah menuju Makam Cikini, tempat peristirahatan Habib Abdurrahman bin Abdullah bin Muhammad Al-Habsyi. Beliau wafat pada tahun 1296 H (1879 M) dan dikenal sebagai salah satu ulama yang berpengaruh dalam penyebaran Islam di kawasan Cikini.

5. Makam Pangeran Jayakarta
Makam kelima yang dikunjungi adalah Makam Pangeran Jayakarta, seorang pemimpin pelabuhan Jayakarta di bawah Kesultanan Banten pada periode 1602-1619. Beliau dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan Islam melawan penjajah. Makamnya terletak di Jalan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, dan menjadi simbol sejarah perjuangan umat Islam.

6. Makam Bogor Empang
Perjalanan diakhiri dengan ziarah ke Makam Al-Habib Abdullah bin Muhsin al-Attas, yang dikenal sebagai Habib Keramat Empang. Beliau lahir di Hadramaut pada 17 April 1849 dan wafat di Bogor. Habib Abdullah adalah seorang ulama besar yang berjasa mengembangkan ajaran Islam di daerah Bogor, Jawa Barat. Makamnya kini menjadi tempat ziarah yang dihormati.

Salah satu pembimbing perjalanan, Ustaz Sugi, menyampaikan harapannya agar ziarah ini menjadi ibadah yang diridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Mudah-mudahan perjalanan ini membawa berkah, menambah keimanan, dan memberikan banyak ilmu serta hikmah bagi para jamaah,” ungkapnya.
Ziarah ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Bagi jamaah Majelis Taklim Al-Hidayah, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengenang perjuangan para ulama, memperkuat iman, dan menanamkan rasa syukur atas warisan ilmu yang ditinggalkan.


