Prof H Agustitin: MENGENALI HATI, JIWA DAN RUH SEBAGAI UPAYA LEBIH MEMAHAMI DIRI KITA YANG SESUNGGUHNYA

Prof H Agustitin: MENGENALI HATI, JIWA DAN RUH SEBAGAI UPAYA LEBIH MEMAHAMI DIRI KITA YANG SESUNGGUHNYA

Apabila kita berkeinginan untuk lebih mengetahui diri kita, maka ketahuilah , bahwa kita sebenarnya terdiri dari dua hal:

1. Hati, dan
2.. jiwa atau ruh.

Jiwa atau ruh adalah hati yang biasa Anda sebut sebagai mata hati. Hakikatmu adalah yang batin, karena jasad yang tampak pertama sebenarnya merupakan yang terakhir, dan jiwa yang Anda sangka sebagai terakhir sebenarnya yang pertama, atau disebut hati.

Dalam hal ini Hati bukanlah sepotong daging yang terletak di dada sebelah kiri, karena itu hanya berlaku bagi binatang dan jasad mati.
Segala sesuatu yang kit lihat dengan mata dhohir adalah alam ini atau yang disebut alam syhadah.
Sedangkan hakikat hati bukanlah bagian alam ini, tapi alam ghaib, dan hati dialam.hal ini adalah hal asing.

Potongan daging itu hanyalah wadahnya, semua anggota tubuh jasmanii adalah bala tentaranya, sedang ia adalah rajanya.
Ma’rifah Allah (mengetahui Allah) dan musyahadah (menyaksikan) keindahan hadir-Nya adalah sifat-sifat hati, beban baginya dan perintah untuknya.

Dari sinilah Dia mendapatkan pahala dan siksa, kebahagiaan dan kepuasan mengikutinya, demikian ruh hewani pun senantiasa mengintainya dan selalu membuntutinya.

Hakikat hati dan memahami sifat-sifat hati adalah kunci Ma’rifatullah (mengetahui Allah Swt). Maka kita harus berjuang keras untuk mengetahuinya, karena ia adalah jauhar aziz (esensi mulia) bagian dari Jauhar Malaikat (esensi para malaikat) yang bahan dasarnya berasal dari Hadirat Ilahi, dari tempat itu ia datang dan ke tempat itu Dia kembali.

JIWA ADALAH KENDARAAN HATI
Jiwa adalah kendaraan hati, hati yang memiliki bala tentara, seperti dijelaskan Allah Swt:
“Dan tak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri.”
(Q.S. al-Mudatstsir [74]: 31).

Hati diciptakan untuk pekerjaan alam akhirat, agar mendapatkan kebahagiaannya. Kebahagiaan hati adalah dengan mengetahui Tuhannya. Mengetahui Tuhannya bisa didapatkan melalui ciptaan Allah swt dari berbagai ‘alam-Nya. Keajaiban alam tak mungkin terlihat kecuali melalui panca indera, dan panca indera berasal dari hati yang mengambil jiwa sebagai sarananya. Kemudian dilanjutkan dengan mengetahui tehnis kerjanya dan jaringannya. Jiwa tak berfungsi kecuali dengan makan, minum, suhu panas dan kelembapan tertentu. Ia lemah saat dihampiri bahaya dari dalam, yaitu lapar dan haus, demikian juga saat melawan bahaya luar, seperti air dan api. Ia menghadapi banyak musuh.

SYAHWAT DAN AMARAH
Kita perlu mengetahui adanya dua macam bala tentara, yaitu bala tentara bagian luar(dhohir) yang terdiri dari syahwat dan amarah, berikuttempat tempatnya
– pada kedua tangan,
– pada kedua kaki,
– pada kedua mata,
– pada kedua telinga dan
– pada semua anggota badan.

Sedangkan tentara bagian dalam terletak otak kepala, yaitu
*daya khayal,
*daya pikir,
*daya hafal,
*ingatan dan bingung.

Setiap kekuatan ini memiliki fungsi khusus, jika salah satunya lemah, maka kondisi manusia pun akan lemah dalam dua alam (dunia-akhirat).

Satu bagian yang mencakup dua hal ini adalah hati dan ia adalah pemimpinnya. Jika hati menyuruh lidah menyebutkan sesuatu, maka ia akan menyebutkannya.

Jika memerintahkan tangan untuk menyerang, maka ia akan menyerang.
Jika menyuruh kaki untuk melangkah, maka ia pun akan melangkah.

Demikian pula panca indera, hingga bisa menjaga diri agar tetap bisa menyimpan pahala untuk di akhirat, berfungsi secara baik, menyeselesaikan kontrak kerja dan menghimpun butiran-butiran kebahagiaan.

Mereka semua tunduk dan patuh kepada perintah hati sebagaimana para malaikat yang tunduk dan patuh pada perintah Tuhannya dan tidak pernah berani menentang perintahnya.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA