Berbicara tentang Efisiensi adalah proses aktivitas internal organisasi yang terkait dengan sumber daya yang diperlukan untuk menggunakan kebutuhan organisasi agar dapat menghasilkan output sesuai standar yang telah di tentukan, dan dapat diukur sebagai ratio input terhadap output, atas dasar komponen komponen input yang digunakan seperti waktu, tenaga dan biaya yang penggunaannya dapat di ukur serta tidak menimbulkan pemborosan atau pengeluaran yang yang melampaui batas dari rencana yang telah di tetapkan .
Sedangkan Koperasi adalah badan usaha yang didirikan untuk mencapai tujuan bersama yang dilandasi oleh tujuan yang sama dan merupakan kumpulan orang- orang atau badan hukum dan bukan merupakan kumpulan modal.
Jadi Koperasi sebagai badan usaha yang
mengoperasikan antara;
Manusia , aset-aset fisik maupun non fisik, informasi, teknologi dan penunjang lainnya.
Bada usaha Koperasi adalah business entity , jadi keberadaannya tidak dapat terlepas dari kegiatan kegiatan usaha, untuk mencapai produktivitas secara efisiensi dengan hasil yang maksimal.
Efisien apabila dicermati dari sudut pandang keorganisasian merupakan perpaduan dari berbagai faktor.
Faktor-faktor tersebut berupa penataan manajemen, manajemen strategis, operasional, partisipasi anggota, insentif dalam lingkup ekonomi, budaya untuk menunjang usaha-usaha kolektif, teknologi, skala usaha, kontak-kontak bisnis dan sosial.
Faktor-faktor itsb merupakan aktor masukan (input) yang dapat menghasilkan output, seperti peningkatan produksi, peningkatan pelayanan, peningkatan pendapatan, efisiensi biaya dan selisih pendapatan dan biaya menghasilkan sisa hasil usaha (SHU)
Melalui perbandingan antara hasil usaha (corporative revenue) dan biaya-biaya usaha, perluasan volume usaha (simpanan, pinjaman, investasi), pelayanan , peningkatan turn-over dan manfaat (benefit) .
Efisiensi dalam koperasi dapat diukur dari
1.Efisiensi intern KOPERASI adalah perbandingan antara biaya yang dipergunakan dengan biaya yang sebenarnya.
2.Efisiensi okatif adalah efisiensi yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya dan sumber dana serta semua komponen yang ada dalam koperasi tersebut.
3. Efisiensi ekstern merupakan efisiensi biaya lembaga-lembaga dan perseorangan diluar koperasi untuk memacu secara tidak kinerja koperasi.
4. Efisiensi dinamis adalah efisiensi yang biasa dikaitkandengan tingkat optimasi sebagai dampak perubahan teknologi yang dipergunakan.
5. Efisiensi sosial adalah efisiensi terhadap pemanfaatan sumber daya dan dana secara tepat, agar tidak menimbulkan biaya atau beban sosial.
Apabila dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi akan diperoleh dua manfaat ekonomi yaitu :
a. Manfaat Ekonomi Langsung ialah , manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota secara langsung pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan lembaga korporasinya.
b. Manfaat Ekonomi tidak langsung , adalah manfaat yang diterima oleh anggota,tetapi tidak pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu dalam bentuk SHU anggota.
Total Manfaat Ekonomi didapatkan dari jumlah Manfaat Ekonomi Langsung dengan Manfaat Ekonomi Tidak Langsung.
Sedangkan Tingkat Efisiensi Biaya Pelayanan adalah perbandingan antara realisasi biaya pelayanan dengan anggaran biaya. Jika biaya pelayanan nilainya lebih kecil dari anggaran maka realisasi biaya pelayanan lebih kecil daripada anggaran yang ada maka koperasi dapat dikatakan efisien.
Begitu pula dengan Tingkat Efisiensi Biaya Usaha dapat diperoleh dari perbandingan antara realisasi biaya usaha dengan anggaran biaya usaha.
Efektivitas Dalam Koperasi
Efektivitas adalah kondisi, dalam memilih tujuan yang hendak dicapai dan sarana yang digunakan, sesuai tujuan yang di rencanakan dapat mencapai hasil melampaui target yang di rencanakan.
Sementara Efektivitas adalah hubungan optimal antara produksi dan kualitas
Karena itu jika manajemen sebuah koperasi dilaksanakan secara benar dan profesional, maka anggotanya akan mengalami peningkatan taraf hidup. Artinya terjadi peningkatan kemampuan ekonomi yang berupa pendapatan/daya beli dan peningkatan non ekonomi seperti pendidikan dan sosial.
Dengan meningkatnya kemampuan pendidikan dan sosial, tentunya mereka akan lebih mampu meningkatkan lagi kemampuan ekonominya. Dengan demikian diharapkan ketidakmerataan pendapatan antara anggota dapat di ditanggulangi.
Memang seharusnya Koperasi merupakan salah satu badan usaha yang sangat potensial untuk melakukan perluasan produksi, karena jumlah koperasi yang sangat banyak dan variasi komoditinya pun sangat banyak.
Apabila koperasi dikelola secara benar dan profesional, dengan memperhatikan prinsip-prinsip koperasi (keadilan, kemandirian, pendidikan, dan kerja sama), maka tidak mustahil bahwa koperasi akan dapat mempercepat perluasan produksi.
Dan dengan perluasan produksi yang dibantu oleh koperasi ini diharapkan penawaran komoditi akan terus meningkat, dan pada akhirnya akan dapat mengendalikan kenaikan harga komoditi (tingkat inflasi).




