Kewalian Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid (episode 11) Sifat Wali Allah dan Wali Syetan

Kewalian Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid (episode 11) Sifat Wali Allah dan Wali Syetan

Dalam persoalan kewalian dalam bahasan ini, pada dasarnya memiliki hubungan yang erat dengan aqidah seorang mukmin, sebab kewalian itu terbagi atas dua macam, yaitu Wali ar-Rahman (Wali Allah) dan Wali asy-Syaithan (Wali Syetan).
Untuk lebih jelasnya gambaran Wali ar-Rahman (Wali Allah) dan Wali asy-Syaithan (Wali Syetan), maka berikut ini penting kita dapat membedakan antara sifat dari keduannya, sebagaimana berikut ini.
a. Sifat-sifat Wali ar-Rahman (Wali Allah) adalah sebagai berikut;

1) Beriman, yaitu beriman kepada Allah Subhanahu wa ta`ala, para malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari Akhir, Qadha dan Qadar yang baik maupun yang buruk.
2) Bertakwa, yaitu takut kepada Allah Subhanahu wa ta`ala Yang Maha Besar, mengamalkan ajaran-ajaran yang diturunkan, ridha dengan ketetapan Allah dan menyiapkan perbekalan untuk hari akhirat.
3) Mencintai karena Allah Subhanahu wa ta`ala, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh sayyidina Anas radhiallaahu `anhu, ia berkata, bahwasanya Rasulullah Shalallaahu `alaihi wa sallam pernah bersabda;
“Tiga hal yang apabila ada pada diri seseorang maka ia merasakan manisnya iman, yaitu menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, mencintai seseorang dengan kecintaan karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkan dirinya dari kekafiran itu, sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka”.
4) Membenci karena Allah Subhanahu wa ta`ala. Hal ini, berdasarkan hadits Rasulullah Shallallaahu `alahi wa sallam; “Siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan menolak karena Allah, maka ia telah berusaha menyempurnakan imannya”.
5) Ketaatan yang dilakukan secara terus menerus. Berdasarkan hadits yang telah ditetapkan dalam kitab Shahih Bukhari, dari Abu Hurairah, ia berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu `alahi wa sallam pernah bersabda; “Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang membangkang.”Beliau bertanya,’Siapa yang membnagkang itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda,”Siapa yang menaatiku akan masuk surga, dan siapa yang menentangku sungguh ia telah membangkang”.
6) Mereka selalu terlihat berdzikir kepada Allah Subhanahu wa ta`ala, berdasarkan hadits Rasulullah Shallallaahu `alahi wa sallam;“Wali-wali Allah itu terlihat selalu berdzikir kepada Allah Subhanahu wa ta`ala”.
7) Mereka adalah hamba-hamba Allah Subhanahu wa ta`ala yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati.
8) Apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.
9) Mereka adalah orang-orang yang menghabiskan malam-malam dengan bersujud dan berdiri tegak melaksanakan shalat.
10) Mereka adalah orang-orang yang berkata,”Ya Tuhan kami, selamatkanlah kami dari adzab neraka Jahanam”.
11) Mereka adalah orang-orang yang bila menafkahkan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak kikir.
12) Mereka tidak memohon selain kepada Allah Subhanahu wa ta`ala.
13) Mereka tidak membunuh jiwa seseorang yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa ta`ala, kecuali dengan hak.
14) Mereka tidak berzina.
15) Mereka tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah, mereka melewatinya dengan sikap mulia.
16) Mereka adalah orang-orang yang apabila dibacakan ayat-ayat Allah Subhanahu wa ta`ala, mereka tidak menutup telinga dan mata mereka.
17) Mereka adalah orang-orang yang berkata,”Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami yang dapat menyejukkan mata hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”.

b. Sifat-sifat Wali asy-Syaithan (Wali Syetan)
Orang yang beriman meyakini bahwa syetan-syetan itu memiliki wali-wali. Mereka diperdaya oleh syetan-syetan, sehingga lupa mengingat Allah Subhanahu wa ta`ala. Dan mereka dipalingkan untuk berbuat kejahatan. Hati mereka diisi dengan kebatilan. Telinga mereka dibuat tuli hingga tak dapat mendengar kebenaran. Mata mereka dibuat buta hingga tak dapat melihat petunjuk-petunjuk-Nya, padahal mereka telah dianugerahkan penglihatan oleh Allah Subhanahu wa ta`ala. Mereka juga menaati segala perintah syetan. Mereka terperangkap dalam kejahatan. Mereka dibuat tertarik untuk melakukan kerusakan hingga mereka menganggap kemungkaran sebagai sesuatu yang baik, dan menganggap sesuatu yang baik sebagai sesuatu yang mungkar.
Selain itu juga, wali-wali syetan itu menjadi musuh-musuh wali-wali Allah dan mereka selalu berpaling dari jalan Allah Subhanahu wa ta`ala. Untuk Wali-wali Allah senantiasa mencintai Allah dan meridhai-Nya. Sementara untuk wali-wali syetan membenci Allah Subhanahu wa ta`ala dan memurkai-Nya. Mereka adalah orang-orang yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wa ta`ala dan dimurkai-Nya. Meskipun ada di antara mereka yang mampu memerlihatkan hal-hal luar biasa, seperti kemampuan terbang di angkasa atau berjalan di permukaan air, namun hal itu bukan merupakan tanda-tanda kewalian, akan tetapi merupakan ujian dari Allah Subhanahu wa ta`ala bagi orang yang memusuhinya. Atau hal itu merupakan bentuk pertolongan dari syetan bagi orang yang menjadikannya sebagai wali.
Adapun gambaran dari Sifat-sifat para wali syetan tersebut adalah sebagai berikut;

1) Mereka gemar melakukan perbuatan-perbuatan kotor dan buruk yang disukai oleh syetan.
2) Tempat mereka adalah kamar-kamar mandi dan pembuangan kotoran di mana para syetan gemar mendatangi tempat tersebut.
3) Makanan mereka adalah ular, kalajengking, az-Zanabir, dan telinga-telinga anjing yang merupakan bagian dari perbuatan keji dan fasik.
4) Minumannya adalah air kencing dan sejenisnya yang merupakan minuman najis yang disukai oleh para syetan.
5) Mereka memohon sesuatu kepada para makhluk dengan cara menyembahnya dan bersujud kepada para pemimpin makhluk tersebut.
6) Tempat bernaung mereka adalah kuburan-kuburan, terutama kuburan orang-orang kafir dari kaum Yahudi, Nasrani dan kaum musyrikin.
7) Mereka membenci dan lari menjauhi suara alunan ayat-ayat al-Qur’an dan lekas menghampiri tontonan nyanyian dan syair-syair.
8) Mereka menyembah berhala-berhala.
9) Mereka memutus tali silaturhmi, mengubur anak perempuan hidup-hidup dan menikahi ibu sendiri.
10) Harapan mereka adalah memeroleh kemenangan dengan masuk surga, meski mereka kufur, fasik dan berbuat maksiat.
11) Mereka meninggalkan amar ma’ruf dan nahi munkar dengan cara menarik simpati masyarakat, dan dengan cara memerlihatkan sikap baik terhadap mereka.
12) Mereka berusaha memalingkan ajaran Rasulullah Shallallaahu `alahi wa sallam dengan berkedok pada prinsip sikap taklid buta, dan berusaha menandinginya dengan ajaran dari orang yang paling pandai di antara mereka.
13) Mereka bersikap munafik dan menipu agama Allah Subhanahu wa ta`ala dengan kedok logika akal yang materialis yang mereka sebarkan di antara manusia.
Diantara dalil al-Qur’an al-Karim, yang menjelaskan tentang keberadaan wali-wali syetan, yaitu terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala;

وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ (121)
“Sesungguhnya syetan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”.(QS.Al-An’am (6):121)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA