Sinar5news.com – Lombok Tengah – Pagelaran tes pramusim MotoGP 11-13 februari 2022 lalu telah berjalan dengan baik dan menyedot banyak perhatian masyarakat dunia termasuk masyarakat NTB, tidak ketinggalan tokoh nasional asal Lombok NTB,Tuan Guru Bajang (TGB) Dr.H.M.Zainul Majdi,MA mantan Gubernur NTB dua periode bersama rombongan ikut hadir menonton dalam gelaran tersebut.

Seperti diketahui TGB bersama pemerintah pusat termasuk penggagas KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika sebagai kawasan destinasi wisata internasional. Pada era kepemimpinan TGB sebagai Gubernur NTB, telah menorehkan dua proyek mercusuar di wilayah Kabupaten Lombok Tengan, yakni terwujudnya BIZAM (Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid) Lombok dan KEK Mandalika, sebagi cikal bakal dibangunnya Sircut MotoGP.

Dalam pagelaran tes pramusim MotoGP itu TGB bersama rombongan menyaksikan balap motor itu dari atas bukit 360 sirkuit Mandalika Lombok yang diikuti 24 pebalap dengan panjang lintasan 4,2 km dengan 17 tikungan.
Pada kesempatan itu TGB bersama rombongan tidak lupa mengabadikan momennya untuk berswafoto bersama beberapa rombongan, dalam kunjungannya itu TGB didampingi Operations Head ITDC Pari Wijaya dan Komisaris ITDC H. Irzani.
Usai berswafoto, tiba-tiba datang petugas keamanan dari Brimob Polres Lombok Tengah, yang pada baju dinasnya bertuliskan nama Jumatri. Dengan berjalan tegap, Jumatri langsung meminta TGB bersama rombongan untuk meninggalkan lokasi.
“Silahkan kalau sudah selesai foto, untuk langsung kembali, ini bukan tempat umum,” kata Jumatri sambil berjalan menenteng senjata miliknya.
Melihat kejadian itu, Operation Head ITDC Pari Wijaya langsung menghampiri Brimob tersebut. Ia menyampaikan kalau ada tamu sambil menunjukkan Id Card berwarna merah (Id Card khusus pegawai).
“Izin pak saya pegawai ITDC, saya izin bawa tamu,” ungkap Pari Wijaya tanpa menyebut kalau rombongan tamu yang dibawanya tersebut salah satu diantaranya adalah TGB.
“Iya betul pak, saya tahu, saya juga menjalankan tugas,” timpal Brimob berbadan gempal bersikukuh untuk menjalankan tugasnya.
TGB belum juga membuka masker, hanya sesekali tersenyum ke Jumatri. Kemudian menanyakan alamat Jumatri. “Bapak dari mana Pak?,” tanya TGB.
“Saya dari Lombok Tengah Pak, tepatnya di Jabar,” jawab Jumatri. Mendengar jawaban itu, semua nampak bingung, TGB pun kembali bertanya.
“Jabar dimana maksudnya pak, dekat dengan mana itu,” tanya TGB kembali.
“Janapria Barat pak, Jabar itukan singkatan,” jawab Jumatri disambut dengan senyuman oleh TGB beserta rombongan.
“Dulu ada Tuan Guru Athar, tapi sudah wafat,” ungkap TGB menyebut nama tuan guru dari Janapria kepada Jumatri.
Mendengar ucapan TGB itu, Jumatri yang lengkap membawa senjata laras panjang tiba-tiba terdiam dan terlihat termenung.
“Kenal Pak, sebntar dulu. Ini pak Gubernur ya?,” tanya Jumatri kepada TGB yang saat itu memakai masker dan topi.
TGB tidak menjawab apa-apa, hanya tersenyum sedikit sambil menatap Brimob yang pernah bertugas di Timor Timur itu.
Tak lama, Jumatri langsung kaget, ia kemudian bersalaman dan mencium tangan TGB. Jumatri menaikkan helmnya sambil menaruh tangan TGB di kepalanya.
“Ya Alloh, ampuuun tuan guru, tiang (saya) tidak tanda, tiang sering ikut pengajian tuan guru, maafkan tiang tuan guru,” kata Jumatri kaget sedikit sambil melepas maskernya.
“Tidak apa-apa, itu namanya profesional, saya salut atas ketegasan bapak,” ungkap TGB sambil mengelus-elus pundak Jumatri.
“Maaf tuan guru, benar-benar saya tidak tanda,” kembali Jumatri minta maaf sembari menundukkan badan tanda hormat kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) tersebut.
“Nggak, nggak apa-apa, bapak telah menjalankan tugas dengan amanah,” sambung TGB kemudian mengajak Jumatri berfoto berdua.
Sambil memeluk Jumatri, TGB berjalan meninggalkan lokasi, sesekali TGB menanyakan keamanan sirkuit Mandalika kepada Jumatri. Sepanjang jalan, hingga TGB naik mobil, Jumatri tak henti-hentinya minta maaf.
“Sudah lama saya tidak bertemu TGB, kerinduan saya sangat terobati,” kata Jumatri kepada salah satu rombongan TGB, TGH Fauzan Zakaria.
“Saya lihat betul, Brimob berbaju hitam itu meneteskan air mata,” kata TGH Fauzan Zakaria yang saat itu bersama rombongan TGB.(red)




