Apa itu Ablasi Retina, Penyebab, Faktor, Gejala dan Diagnosis

Apa itu Ablasi Retina, Penyebab, Faktor, Gejala dan Diagnosis

Sinar5news – Ablasi retina atau ablasio retina adalah kondisi terlepasnya retina dari jaringan penyokongnya. Retina merupakan lapisan tipis di dalam mata yang kaya akan sel-sel yang peka terhadap cahaya. Selain itu, retina berfungsi memproses cahaya yang ditangkap dan diubah menjadi sinyal listrik kemudian diteruskan oleh saraf optik dan diinterpretasi oleh otak.

Retina disokong oleh lapisan dibawahnya yaitu lapisan koroid yang kaya akan pembuluh darah yang menyediakan oksigen dan nutrisi untuk retina. Saat retina terlepas dari lapisan ini, maka suplai oksigen pada bagian yang terlepas akan terganggu dan hal ini mempengaruhi penglihatan.

Ablasi retina merupakan kondisi gawat darurat yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen apabila tidak segera ditangani.

Penyebab Ablasi Retina

Terlepasnya retina dari lapisan dibawahnya disebabkan oleh 3 tipe mekanisme yang masing-masing penyebabnya berbeda, yaitu:

1. Rhegmatogenous

Tipe ablasi retina ini merupakan jenis yang paling umum. Mekanisme yang mendasari lepasnya retina yaitu terdapat robekan atau lubang pada retina yang memungkinkan cairan untuk lewat dan terkumpul di bawah lapisan retina, dan membuat retina menjauh dari jaringan di bawahnya. 

Penyebab paling umum dari tipe ini adalah penuaan. Seiring bertambahnya usia, vitreous atau gel yang mengisi bagian dalam mata, mengalami perubahan konsistensi menjadi lebih cair. 

2. Traksional

Tipe ini terjadi ketika terdapat jaringan parut pada retina yang menyebabkan tertariknya retina menjauh dari bagian belakang mata. Tipe ini biasanya terjadi pada pengidap diabetes yang tidak terkontrol. 

3. Eksudatif

Pada tipe ini terjadi penumpukan cairan dibawah retina tanpa disertai adanya robekan atau lubang. Ini terjadi akibat cairan dari pembuluh darah keluar dan terkumpul di bawah retina. Contohnya seperti pada kasus hipertensi, tersumbatnya vena retina sentral, cedera mata, peradangan pembuluh darah (vaskulitis), degenerasi makula, dan tumor.

Faktor Risiko Ablasi Retina

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko ablasi retina, antara lain:

  • Usia, ablasi retina sering terjadi pada usia 50 tahun ke atas.
  • Riwayat pernah mengalami ablasi retina.
  • Riwayat keluarga mengalami ablasi retina.
  • Memiliki miopi atau rabun jauh sangat besar, misalnya minus 10.
  • Riwayat pembedahan di mata, seperti operasi katarak.
  • Adanya riwayat cedera mata serius.
  • Riwayat mengidap penyakit mata lainnya, seperti uveitis atau peradangan pada lapisan tengah mata.

Gejala Ablasi Retina

Gejala dari ablasi retina biasanya terjadi secara tiba-tiba. Gejala-gejala yang ditimbulkan dari ablasi retina adalah:

  • Fotopsia, melihat kilatan cahaya. Gejala ini biasanya timbul pada awal penyakit.
  • Terdapat bintik hitam yang selalu bergerak atau melayang dalam penglihatan (floater).
  • Lapangan pandang yang menyempit, sebagian penglihatan seperti tertutup tirai abu-abu. Gejala ini berkembang seiring waktu, dan dapat membantu menentukan lokasi retina yang terlepas.

Diagnosis Ablasi Retina

Dokter atau dokter ahli mata vitreo-retina akan menanyakan keluhan gejala secara rinci. Kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik pada mata, dan melakukan beberapa tes untuk mendeteksi adanya ablasi retina.

1. Pemeriksaan fisik mata

Meliputi pemeriksaan visus mata atau ketajaman penglihatan, pemeriksaan pada luar mata untuk mencari tanda-tanda cedera pada mata, pemeriksaan pada pupil, tekanan bola mata pada kedua mata, dan pemeriksaan lapangan pandang mata.

2. Pemeriksaan retina 

Dokter menggunakan lampu dengan cahaya terang dan lensa khusus untuk memeriksa bagian belakang mata, termasuk retina. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk melihat adanya lubang di retina, robekan, atau terlepasnya lapisan retina.

3. Ultrasonografi (USG) mata

Pemeriksaan ini digunakan bila terjadi perdarahan di dalam mata sehingga sulit untuk melihat retina.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA