Kita telah sama-sama tahu, bahwa hidup di dunia ini untuk melakukan ketaatan terhadap perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya, dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya agar kita selamat dari dunia hingga akhirat kelak.
Sudah berapa banyak maksiat dan dosa yang kita lakukan? Sementara kita tidak menyadarinya dan tidak mau memohon ampun kepada Allah. Oleh karena itu mari kita segera bertobat dengan sungguh-sungguh agar kita selamat dari siksa Allah yang sangat pedih, agar menjadi orang yang beruntung dan bahagia di dalam hidup ini.
Perlu diketahui bahwa fungsi bertaubat disamping untuk memohon ampunan Allah, bertaubat juga bagian dari ibadah kepada-Nya. Ingatlah bahwa manusia tercipta hanya untuk beribadah/mengabdi kepada-Nya. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam kitab suci Al Qur’an surat Adz Dzariyaat ayat 56:
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون (الذاريات ٥٦)
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
Maka apalah arti hidup ini, jika kita tidak mengabdikan diri kepada Allah SWT? Tentu tidak berarti sama sekali. Oleh karena itu, dalam hidup ini hendaklah kita mencari bekal untuk masa depan di akhirat dengan takwa, karena sebaik-baik bekal untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat adalah takwa. Sebagaimana firman Allah:
وتزودوا فإن خير الزاد التقوی. (البقرة:۱۹۷)
“Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa…(QS. Al Baqarah: 197).
Mengapa takwa menjadi bekal yang paling baik untuk akhirat? Karena orang yang takwa selalu berperilaku baik, mengerjakan amal shaleh dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan jelek yang dapat membahayakan dirinya dan orang lain. Ini semua adalah pengaruh positif dari takwa kepada Allah yang luar biasa.
Jika seseorang ditanya, pilih manakah antara bahagia dan sengsara? Pasti menjawab memilih bahagia. Tetapi bagaimana perilakunya selama hidup di dunia ini? Jika selalu menuruti hawa nafsu hingga melampaui batas-batas yang telah digariskan oleh Allah, mana mungkin akan hidup bahagia. Oleh karena itu, jika kita ingin menjadi orang yang bahagia dan beruntung dalam arti yang sebenarnya, hendaklah kita benar-benar bertakwa kepada Allah agar kita mendapatkan ridha, sehingga kelak kita diperkenankan masuk kedalam surga-Nya.
Bekasi, 13 Jumadil Akhir 1441 H/8 Februari 2020 M




