Ikhtiar Spiritual di Tengah Pembangunan: Wawancara Khusus SinarLIMA bersama Ketua DKM Masjid Baiturrahim Koramil 02 Matraman

Ikhtiar Spiritual di Tengah Pembangunan: Wawancara Khusus SinarLIMA bersama Ketua DKM Masjid Baiturrahim Koramil 02 Matraman

 

Ikhtiar Spiritual di Tengah Pembangunan: Wawancara Khusus SinarLIMA bersama Ketua DKM Masjid Baiturrahim Koramil 02 Matraman

JAKARTA, SinarLIMA – Suasana khusyuk dan sejuk menyelimuti Masjid Baiturrahim Koramil 02 Matraman, Jakarta Timur, bakda Isya tadi. Ratusan jemaah memenuhi ruang masjid untuk melantunkan Hizib Nahdlatul Wathan. Acara yang diprakarsai oleh Majlis Hizib NW DKI Jakarta di bawah naungan PW NWDI DKI Jakarta ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PW NWDI DKI Jakarta, Dr. H. Muslihan Habib, MA beserta jajaran, Pengurus Daerah NWDI se-DKI Jakarta, Ketua Himalo (Himpunan Masyarakat Lombok) Karman BM, M.Sos, Ketua LSI (Laskar Sasak Indonesia) Syamsudin, serta para tokoh masyarakat dan jemaah dari berbagai wilayah seperti Depok, Bekasi, dan Bogor.

Di sela-sela kekhusyukan acara tersebut, wartawan SinarLIMA berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Bapak Syahrudin, Ketua DKM Masjid Baiturrahim, mengenai sejarah peralihan status masjid, progres pembangunan, hingga kesan mendalam beliau terhadap pembacaan Hizib NW. Berikut petikannya:

Peralihan Status dari Mushola Menjadi Masjid

SinarLIMA: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, Pak Syahrudin. Luar biasa sekali syiar malam ini. Bisa diceritakan awal mula berdirinya Masjid Baiturrahim Koramil 02 Matraman ini?

Pak Syahrudin: Waalaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Ya, jadi awalnya tempat ini adalah sebuah mushola. Namun, berkat inisiatif, keberadaan, dan dukungan penuh dari Danramil Matraman saat itu, yaitu Mayor Ahmad Budiman, pada tahun 2023 statusnya resmi beralih dari mushola menjadi Masjid Baiturrahim. Jadi ini sifatnya pemugaran dan perluasan, bukan membangun dari nol dari tanah kosong.

SinarLIMA: Bagaimana dampak peralihan status ini terhadap daya tampung jemaah, khususnya saat salat Jumat?

Pak Syahrudin: Dampaknya sangat terasa. Waktu masih berstatus mushola, jemaah salat Jumat itu paling sekitar 100 orang. Namun setelah berkembang menjadi Masjid Baiturrahim, Alhamdulillah jemaah meningkat pesat menjadi kurang lebih 250 sampai 300 jemaah.

SinarLIMA: Apa yang melatarbelakangi pemugaran ini? Bukankah di sekitar sini sebelumnya sudah ada bangunan?

Pak Syahrudin: Betul, bangunannya sudah ada. Keberadaan masjid ini salah satunya untuk memfasilitasi kebutuhan ibadah warga di lingkungan Utan Kayu Utara pada khususnya, dan masyarakat umum atau pekerja kantor yang ada di sekitar lingkungan Koramil pada umumnya.

SinarLIMA: Mengingat masjid ini berada di area Koramil 02 Matraman, bagaimana hubungan institusi dengan kepengurusan masjid? Apakah ini memperkuat sinergi umara dan ulama?

Pak Syahrudin: Betul sekali, keberadaan masjid ini memperkuat kehadiran Koramil di tengah masyarakat sebagai salah satu fasilitas keagamaan. Untuk pengelolaan sendiri, Danramil menyerahkan sepenuhnya kepada DKM. Jadi, Koramil di sini bertindak memantau dan mendukung kegiatan. Pengurusnya murni dari warga sipil secara keseluruhan, baik dari lingkungan Utan Kayu Utara maupun Utan Kayu Selatan. Masjid ini hadir sebagai benteng umat untuk menjaga aqidah dan akhlak.

Kegiatan Memakmurkan Masjid dan Tantangan Ummat

SinarLIMA: Selain salat Jumat dan salat lima waktu, kegiatan apa saja yang rutin berjalan di sini?

Pak Syahrudin: Setiap malam Rabu, kami mengadakan kajian kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah. Ustaznya mendatangkan langsung dari Cakung, yaitu Kiai Haji Rojak, M.A. Beliau membahas macam-macam hal, termasuk bagaimana kita bermasyarakat, bersosialisasi, serta membentengi diri dari hal-hal yang dapat merugikan atau merusak aqidah kita. Alhamdulillah kajian ini konsisten berjalan dari awal.

SinarLIMA: Apakah ada rencana penambahan kegiatan lain, seperti pengajian ibu-ibu atau anak-anak?

Pak Syahrudin: Untuk saat ini kami memang sedang mencari tambahan waktu di hari lain—seperti hari Kamis—agar masjid ini semakin makmur diisi jemaah yang menuntut ilmu. Pengajian ibu-ibu saat ini belum ada. Untuk anak-anak, dulu sempat ada namun terputus karena kesibukan pengajar. Kami berencana menghidupkannya kembali. Kalau momen berkala seperti bulan Ramadan, kami aktif mengadakan Pesantren Kilat untuk membina ibadah jemaah remaja kita.

SinarLIMA: Dalam mengelola jemaah yang heterogen, apakah ada kendala yang dihadapi DKM?

Pak Syahrudin: Kendala dalam bermasyarakat itu variatif ya, ada yang suka dan ada yang tidak. Itu wajar. Tugas kami di DKM adalah merangkul dan memaksimalkan pendekatan, bagaimana agar yang tadinya tidak suka menjadi suka, dan yang sudah suka menjadi lebih menyukai masjid ini.

Progres Pembangunan dan Kebutuhan Donasi

SinarLIMA: Melihat kondisi fisik bangunan, sudah sejauh mana progres pembangunan Masjid Baiturrahim saat ini, Pak?

Pak Syahrudin: Saat ini pembangunan diperkirakan sudah mencapai 80%, tinggal tahap finishing atau penyelesaian akhir seperti yang kita lihat sekarang. Biaya yang sudah terpakai sampai saat ini kurang lebih mencapai Rp1 Miliar lebih.

SinarLIMA: Rencana awal bangunan ini berapa lantai? Dan dari mana saja sumber dananya?

Pak Syahrudin: Rencana awal itu mau dibangun 4 lantai. Namun melihat kondisi keuangan yang tidak mencukupi, akhirnya kami putuskan bersama untuk menjadikannya 3 lantai saja. Sumber dana sejauh ini murni dari swadaya masyarakat, jemaah salat, dan para donatur dermawan yang terketuk hatinya untuk bersedekah.

Dulu, kelancaran donasi sempat sangat bagus, tapi belakangan ini agak tersendat, salah satunya mungkin karena dampak akses pengerjaan proyek LRT di sekitar kawasan ini. Pembangunan ini sudah berjalan 2 tahun lebih sejak tahun 2023.

SinarLIMA: Berapa anggaran yang masih dibutuhkan untuk finishing, dan bagaimana kondisi kas DKM saat ini?

Pak Syahrudin: Jujur saja, saat ini saldo di kas kami kosong atau nol rupiah, karena semua dana langsung kami alokasikan ke pembangunan semenjak Ramadan tahun lalu. Untuk menyelesaikan tahap finishing ini, kami masih membutuhkan dana kurang lebih Rp1,2 Miliar lagi.

SinarLIMA: Bagi para pemirsa SinarLIMA atau masyarakat umum yang ingin menyisihkan rezekinya, ke mana mereka bisa menyalurkan bantuan atau menghubungi DKM?

Pak Syahrudin: Kami sangat berharap dukungan doa dan dana dari siapapun yang menyaksikan wawancara ini agar Masjid Baiturrahim Koramil 02 Matraman bisa segera rampung. Bagi yang ingin mendonasikan sebagian rezekinya, bisa menghubungi kami langsung di nomor WhatsApp Ketua DKM:

📞 0878-1010-1792 (Bapak Syahrudin – Ketua DKM)

Pra jamaah di tengah kesibukan  di ibu kota dan sekitarnya menyempatkan untuk membaca hizib sebagai upaya spiritual mencapai ketenangan batin. 

Kesan Mendalam Membaca Hizib Nahdlatul Wathan

SinarLIMA: Malam ini, Masjid Baiturrahim menjadi tempat pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan. Bagaimana Bapak melihat korelasi antara ikhtiar lahiriah membangun masjid dengan ikhtiar batiniah melalui Hizib ini?

Pak Syahrudin: Ini sangat berkaitan erat. Di samping kita berikhtiar lahiriah sejak pagi hari bertolak di jalanan atau duduk di kantor mencari nafkah, malam ini melalui pembacaan Hizib kita langsung bermunajat, mengadu, mengeluh, dan meminta kepada Allah SWT melalui wasilah guru-guru kita. Kehadiran para Tuan Guru dan Kiai malam ini memberikan dukungan moral yang luar biasa. Semoga dengan berkah Hizib ini, pintu hati para donatur diketuk oleh Allah untuk membantu masjid ini.

SinarLIMA: Sebagai seorang yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU), bagaimana perasaan Bapak secara pribadi saat melantunkan Hizib NW tadi?

Pak Syahrudin: Alhamdulillah, meskipun saya bukan orang NW melainkan NU, kita ini bersaudara. Kalimat-kalimat di dalam Hizib ini sangat mengetuk hati. Saya pribadi sangat menikmati dan terhanyut dalam pembacaannya karena di dalamnya sarat akan doa-doa para mualim, orang-orang saleh, dan para Syekh yang insya Allah mustajab.

Apalagi di dalamnya ada tawasul kepada pahlawan nasional seperti Kiai Haji Noer Ali dan Kiai Haji Abdullah Syafi’i. Beliau-beliau itu satu tim dan guru-guru kami juga. Sanad keilmuan guru saya kemungkinan besar tersambung ke mereka.

SinarLIMA: Menurut Bapak, seberapa penting amalan Hizib ini disebarluaskan kepada masyarakat awam?

Pak Syahrudin: Sangat bermanfaat dan harus terus kita tebarluaskan. Bagi orang awam, Hizib ini harus dimaknai sebagai zikir dan munajat. Kalau di NU ada Istighosah, nah di NW ada Hizib. Isinya hampir sama, berupa benteng spiritual. Manfaatnya luar biasa karena memiliki sanad yang menyambung lurus bak benang merah hingga ke Rasulullah SAW. Melalui amalan ini, insya Allah pergaulan generasi muda kita bisa terselamatkan dari hal-hal yang menyesatkan.

SinarLIMA: Terakhir Pak, sebagai penutup, apa pesan dan ungkapan yang ingin disampaikan kepada jemaah Hizib yang sudah hadir dari berbagai daerah malam ini?

Pak Syahrudin: Kami atas nama DKM Masjid Baiturrahim mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada segenap pengurus Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Jakarta Timur dan PW NWDI DKI Jakarta yang telah menempatkan pembacaan Hizib di masjid kami. Terima kasih juga kepada jemaah yang datang jauh-jauh dari Bogor, Depok, Bekasi, dan sekitarnya. Kehadiran bapak-bapak semua memberikan energi, support, dan semangat agar aqidah kita tidak goyah hanya karena urusan ekonomi. Dengan Hizib ini, hati kami menjadi tenang dan adem.

SinarLIMA: Amin ya Rabbal Alamin. Terima kasih banyak, Pak Syahrudin atas waktunya. Kami dari media SinarLIMA mendoakan semoga pembangunan Masjid Baiturrahim Koramil 02 Matraman ini segera selesai dan Allah bukakan pintu rezeki yang berkah bagi para pengurus dan warga sekitar.

Pak Syahrudin: Amin, amin ya Rabbal Alamin. Terima kasih SinarLIMA. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA