Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMP Nahdlatul Wathan Jakarta Sukses Gelar Raker di Puncak Cianjur
CIANJUR, Sinar5News.com – Dalam rangka menyambut tahun pelajaran 2026/2027, SMP Nahdlatul Wathan Jakarta sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahunan. Kegiatan yang mengusung tema “Perencanaan, Peningkatan Mutu, dan Evaluasi Program untuk Kemajuan Pendidikan SMP Nahdlatul Wathan Jakarta” ini berlangsung khidmat selama dua hari di Kavling 9, Vila Coolibah, Puncak, Cianjur, Jawa Barat, yang dimulai pada Rabu, 1 Juli 2026.
Meskipun rombongan sempat mengalami keterlambatan di perjalanan akibat dinamika lalu lintas dan baru tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dari jadwal semula pukul 09.30 WIB, seluruh rangkaian acara tetap berjalan dengan lancar, produktif, dan penuh semangat kekeluargaan.
Pembukaan yang Khidmat dan Penuh Berkah
Acara pembukaan dipandu secara apik oleh Ibu Desy Efiani, S.Pd. selaku Master of Ceremony (MC). Membuka lembaran raker, Ustaz Muh. Husni Zaini, S.Pd.I. memimpin pembacaan Surat Al-Fatihah dan Shalawat Nahdlatain, mengharapkan keberkahan atas jalannya rapat kerja.
Suasana nasionalisme dan kebanggaan almamater bergemuruh saat seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars NW Jakarta, yang dipandu oleh Ibu Vivi Briyanti, S.Pd., Gr. sebagai dirigen. Acara pembukaan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Arif Usman, S.Pd.I. agar raker ini melahirkan keputusan-keputusan yang maslahat bagi kemajuan sekolah.
Ketua Panitia Raker, Fajar Ardiansyah, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh dewan guru dan staf yang hadir.
“Total kehadiran sebanyak 18 personel, sementara satu orang guru berhalangan hadir. Kami memohon maaf atas segala kekurangan dalam fasilitasi tempat, namun kami berharap akomodasi dengan fasilitas 6 kamar dan 4 kamar mandi ini dapat memberikan kenyamanan beristirahat di sela-sela agenda padat kita,” ujar Fajar.
Apresiasi Yayasan dan Pesan Strategis Kepala Sekolah
Kepala SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, Bapak H. Sarbini, S.Ag., secara resmi membuka agenda tahunan ini. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi atas capaian program kerja pada tahun pelajaran 2025/2026 yang menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Beberapa program fisik dan non-fisik terbukti terealisasi dengan baik, di antaranya:
Pemberian penghargaan (reward) bagi guru berprestasi yang berjalan lancar.
Perbaikan sarana prasarana sekolah (perbaikan jendela dan gagang pintu), yang akan dilanjutkan dengan agenda pengecatan gedung sekolah pada minggu depan.
H. Sarbini mengingatkan bahwa seluruh hasil keputusan raker ini nantinya akan dilaporkan secara akuntabel kepada pihak Yayasan. Beliau juga menitipkan pesan penting kepada seluruh divisi agar menyusun program kerja yang realistis dan dapat dieksekusi secara bergotong royong.
“Jangan membuat program yang terlalu muluk-muluk hingga sulit dilaksanakan atau memakan biaya yang tidak rasional. Buatlah program yang realistis, yang terbagi dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Yang terpenting adalah kekompakan kita. Sekolah ini adalah tempat kita mencari nafkah sekaligus ladang ibadah kepada Allah SWT. Mari kita jalankan tugas mendidik ini secara istiqomah dan ikhlas,” pesan Kepala Sekolah.
Beliau juga menekankan pentingnya menjaga marwah lembaga di mata masyarakat melalui tutur kata dan perilaku dewan guru sehari-hari agar SMP Nahdlatul Wathan terus menjadi sekolah pilihan utama dan mendapatkan kuantitas peserta didik baru yang maksimal pada tahun ajaran ini.
Sesi Kurikulum: Penguatan Mutu Akademik dan Penajaman Program Tahfidz
Sesi pleno bidang kurikulum dipaparkan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Dra. Ismiatiningsih, yang notulennya dibacakan kembali oleh Fajar Ardiansyah. Pembahasan difokuskan pada penentuan arah baru tahun pelajaran 2026/2027, penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)—sebagai transformasi dari KTSP—serta penetapan struktur muatan kurikulum yang terdiri dari 14 mata pelajaran dengan total 42 jam pelajaran per minggu.
Beberapa poin penting, dinamika, serta solusi yang disepakati dalam bidang kurikulum antara lain:
1. Evaluasi Penilaian & Kebijakan Raport Truedant
Menanggapi masukan dari Ibu Ismiatiningsih mengenai dokumen legger pencatatan peringkat, Ibu Evi memberikan klarifikasi terkait kebijakan nasional bahwa sistem penentuan peringkat formal (ranking) di dalam raport konvensional telah ditiadakan sejak 2016 demi iklim kompetisi yang lebih sehat bagi psikologi anak. Namun, sebagai solusi akomodatif terhadap kebanggaan dan permintaan orang tua murid, sekolah menetapkan inovasi berupa lembar cetak terpisah (Truedant) berbasis data Excel yang berisi rekapitulasi jumlah nilai untuk dibagikan saat pembagian raport.
2. Formula Baru Pembelajaran BTQ & Akselerasi Program Tahfidz
Merespons tantangan masih adanya beberapa siswa baru yang belum lancar membaca Al-Qur’an, Ustaz Muh. Husni Haris, S.PdI memberikan masukan taktis berbasis pengalamannya. Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) akan menggunakan metode pengelompokkan (skala prioritas) antara siswa yang sudah lancar dan siswa yang memerlukan pengenalan huruf hijaiyah secara intensif melalui metode tulis-baca bergantian agar saat lulus siswa tidak buta huruf Al-Qur’an.
Di sisi lain, capaian luar biasa dilaporkan dari lini program Tahfidz. Dua siswa unggulan, Faisal dan Ubay, saat ini dilaporkan telah sukses menghafal mendekati 4 Juz Al-Qur’an berkat pembinaan intensif (gemblengan mandiri).
Target Baru: Sekolah menetapkan target hafalan 1,5 hingga 2 Juz per tahun, sehingga dalam kurun waktu 3 tahun bersekolah, siswa ditargetkan mampu mengantongi hafalan minimal 5 Juz.
Sinergi & Inovasi: Guru BTQ dan Guru Tahfidz akan diintegrasikan secara optimal. Selain itu, SMP NW Jakarta menginisiasi program Tasmi’ Mandiri internal lembaga sebagai program unggulan dan “nilai jual” sekolah di masyarakat. Teknis pelaksanaannya akan dipadukan dengan kegiatan Muhadhoroh, di mana minggu pertama dikhususkan untuk Muhadhoroh umum dan minggu kedua difokuskan untuk unjuk capaian Tahfidz siswa.
Sesi Kesiswaan: Optimalisasi Potensi Siswa dan Pembinaan Karakter
Pemaparan dilanjutkan oleh Bapak Khairul Luthfi, S.Ap. di bidang kesiswaan. Melalui diskusi tim formatur bidang kesiswaan, disepakati sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan secara partisipatif sepanjang tahun ajaran baru, meliputi:
Bulan Bahasa: Diagendakan rutin pada bulan Oktober untuk mengasah literasi bahasa siswa.
Olimpiade Sains Nasional (OSN): Sekolah berkomitmen mengirimkan dan mendelegasikan siswa-siswi terbaik untuk ikut serta berkompetisi.
Gerakan Literasi Sekolah: Meliputi kegiatan pembacaan rutin setiap hari Kamis, penguatan Literasi Nahdlatul Wathan, penumbuhan minat baca, serta pembuatan karya cerpen dan puisi siswa.
Pembinaan Fisik & Mental: Melalui pelaksanaan Jumat Bersih secara berkala dan penyelenggaraan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami).
Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) & Hari Besar Nasional (PHBN): Kegiatan seperti Peringatan Isra Mi’raj, Maulid Nabi, Tahun Baru Islam, Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, Hari Lahir Pancasila, dan HUT RI 17 Agustus akan dimeriahkan dalam bentuk upacara khidmat maupun pawai syiar.
Manajemen Perilaku Siswa (Peran Guru & BK)
Raker juga membedah solusi preventif atas penanganan perilaku siswa. Guna mengatasi siswa yang melanggar tata tertib atau menunjukkan indikasi tindakan perundungan (bullying), dirumuskan langkah penanganan bertahap yang melibatkan sinergi Wali Kelas dan Guru Bimbingan Konseling (BK), yaitu:
Melakukan identifikasi mendalam mengenai latar belakang keluarga dan psikologis siswa (problem solving).
Melakukan pencatatan pelanggaran secara bertahap.
Membuat kontrak perilaku (surat perjanjian) yang ditandatangani siswa, orang tua, wali kelas, dan guru BK jika terjadi pelanggaran berulang.
Menerapkan skema penguatan positif (positive reinforcement) berupa apresiasi atau minimal pujian verbal saat siswa menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Rapat Kerja SMP Nahdlatul Wathan Jakarta tahun pelajaran 2026/2027 ini ditutup dengan optimisme tinggi dari seluruh peserta. Dengan selesainya penyusunan draf KSP, jadwal pelajaran yang stabil, serta kejelasan pembagian tugas mengajar dewan guru, SMP Nahdlatul Wathan Jakarta siap melangkah pasti menuju sekolah yang unggul, berkarakter, dan kompetitif. (Redaksi SN5)





