Tahlilan Malam Kedua Kades Srijaya, Sosok Dermawan yang Wafat Jelang Pencalonan Kembali
SRIJAYA, SinarLIMA – Suasana duka mendalam masih menyelimuti Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Ratusan warga tampak memadati rumah duka maupun area sekitar untuk mengikuti takziah, tahlil, dan doa bersama di malam kedua wafatnya Kepala Desa Srijaya tercinta, Bapak Canih Hermansyah, Sabtu (2/5/2026) malam.
Acara yang berlangsung khusyuk, khidmat, dan penuh penghayatan ini menjadi bukti betapa dicintainya sosok almarhum oleh masyarakatnya. Gema surah Yasin, kalimat thayyibah, dan doa-doa dilantunkan dengan harap agar almarhum mendapatkan ampunan dari Allah SWT, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di surga-Nya.

Bapak Canih Hermansyah mengembuskan napas terakhir pada hari yang sangat istimewa, Jumat dini hari pukul 02.00 WIB, di RS Mekar Sari, dalam usia 59 tahun. Kepergiannya yang mendadak mengejutkan banyak pihak, mengingat beliau masih sangat aktif menjalankan tugasnya sebagai kepala desa di periode pertama ini.
Cita-cita Mulia yang Terhenti Ajal
Satu hal yang menyisakan kepedihan mendalam adalah fakta bahwa almarhum sejatinya tengah bersiap untuk mencalonkan diri kembali memimpin Desa Srijaya untuk periode kedua. Dukungan arus bawah dari masyarakat sangat kuat mengalir agar beliau melanjutkan kepemimpinannya.
Dukungan ini bukan tanpa alasan. Selama menjabat, Bapak Canih dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat pro-rakyat. Kebijakannya selalu berpihak pada kepentingan orang banyak. Prinsip hidup beliau sangat jelas: tidak bisa melihat rakyatnya susah atau menderita. Jika mengetahui ada warganya yang kesulitan, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun kesehatan, beliau akan segera turun tangan memberikan bantuan sesuai kemampuannya.
Namun, takdir berkata lain. Ajal menjemput di tengah maksud baik untuk melanjutkan pengabdian. Cita-cita mulia itu kini tinggal kenangan, namun jejak kebaikan almarhum akan terus terpatri di hati warga Srijaya.

Kesaksian Haru dari Dekat: Wawancara Eksklusif SinarLIMA dengan Bapak Marta
Di sela-sela suasana duka di malam kedua, tim redaksi SinarLIMA berkesempatan mewawancarai Bapak Marta, salah satu staf senior (Kolektor PBB) Desa Srijaya yang telah lama mendampingi kiprah almarhum.
Berikut adalah petikan wawancara yang penuh haru tersebut:
SinarLIMA (SL): Assalamualaikum, Pak Marta. Mewakili redaksi, kami ikut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Mohon maaf mengganggu waktu Bapak di tengah suasana duka ini. Bisakah Bapak menceritakan sedikit mengenai sosok Pak Lurah Canih selama memimpin desa?
Pak Marta (PM): Wa’alaikumussalam warahmatullah… Ya, silakan. Kalau ditanya bagaimana beliau… (Pak Marta menghela napas panjang, matanya berkaca-kaca). Yang saya tahu, Pak Lurah Canih itu orangnya benar-benar merakyat. Sama warganya itu luar biasa dekat. Setiap ada keluhan apa pun dari warga, dia tampil duluan buat membantu. Kalau diundang, beliau selalu diusahakan hadir. Pokoknya, tingkat kedekatan sama masyarakat itu sangat, sangat dekat.
SL: Dari sekian banyak sifat baiknya, apa yang paling menonjol dan selalu diingat oleh Pak Marta dan mungkin warga lainnya?
PM: Sifat jujur dan jiwa sosialnya. Jiwa sosial beliau itu sangat tinggi, sangat ada. Beliau itu sepertinya nggak bisa kalau melihat rakyatnya susah. Beliau nggak cuma nunggu laporan dari kami (staf desa), tapi sering langsung berkunjung (sidak) ke lokasi. Misalnya, ada kematian, jangan kan di desanya sendiri, kalau beliau tahu ada yang meninggal di luar desa Srijaya pun, kalau masih di wilayah Gabus, beliau usahakan hadir melayat. Begitu juga kalau ada undangan hajatan warga. Itu yang saya tahu.
SL: Bagaimana hubungan dan kerja sama almarhum dengan tokoh-tokoh masyarakat, agama, atau organisasi desa selama ini, Pak?
PM: Alhamdulillah, sangat baik sekali. Kerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, Karang Taruna, BPD… semuanya sinergi. Nggak pernah ada masalah selama ini. Beliau kan memang putra asli di sini, kelahiran Gabus, jadi sangat paham karakteristik warganya dan sangat merangkul.
SL: Kami mendengar tahun ini adalah akhir periode pertama beliau, dan rencana mau mencalonkan kembali?
PM: Betul. Rencananya beliau memang ingin mencalonkan kembali karena dorongan kuat dari masyarakat. Warga masih ingin beliau memimpin.
SL: Boleh Pak Marta sebutkan bentuk nyata kebijakan beliau yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak?
PM: Banyak, Mas, banyak sekali kalau mau disebut satu-satu. Yang paling menonjol program-program fisiknya, seperti bantuan untuk rumah tidak layak huni. Itu nyata beliau bantu. Dan yang terbaru, yang paling mengharukan bagi warga, sejak Januari kemarin beliau mengeluarkan program Kain Kafan Gratis bagi setiap orang yang meninggal dunia. Itu sudah berjalan. Jadi, kalau ada warga yang meninggal, dari desa langsung kasih kain kafan dan perlengkapannya. Bahkan, beliau juga punya kebijakan pribadi, beliau juga sering kasih uang santunan dari kantongnya sendiri untuk keluarga yang berduka. Itu kebijakan beliau yang sangat membantu warga.
SL: Ini kan periodenya mau habis, dan beliau berpulang. Untuk keberlangsungan roda pemerintahan desa, bagaimana langkah selanjutnya terkait penunjukan PLT atau PJ Kades, Pak?
PM: Nah, kalau itu saya belum tahu pasti ya, Mas. Karena harus ada kesepakatan-kesepakatan dulu. Kalau PLT (Pelaksana Tugas) kan bisa diambil dari perangkat desa (Sekdes), tapi kalau PJ (Penjabat) itu harus dari ASN, bisa dari Pemda atau Kecamatan. Kita masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah kabupaten. Fokus kita saat ini masih dalam suasana duka dan mendoakan almarhum.
SL: Terakhir, Pak Marta. Apa harapan atau doa Bapak untuk almarhum, keluarga, dan masa depan Desa Srijaya sepeninggal beliau?
PM: Harapan saya, terutama untuk para remaja dan generasi muda di Srijaya, tolong contohlah teladan dari Pak Lurah Canih. Dedikasinya sangat tinggi untuk desa ini. Jiwa sosialnya tinggi, suka membantu orang, dan sosialisasinya bagus. Untuk keluarganya, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi ujian berat ini. Dan untuk seluruh warga Srijaya, saya mohon semuanya mendoakan yang terbaik agar Pak Lurah diterima amal ibadahnya di sisi Allah SWT. Amin.
SL: Terkait pengganti beliau nanti di Pilkades mendatang?
PM: Saya berharap, penggantinya nanti harus sama seperti dia. Kalau bisa malah harus lebih. Lebih merakyat, lebih amanah, dan lebih bisa membangun desa. Itu harapan rakyat.
SL: Baik, terima kasih banyak atas waktunya, Pak Marta. Semoga doa kita dikabulkan Allah SWT.
PM: Amin, amin, ya Rabbal ‘alamin. Terima kasih juga.
Selamat jalan, Bapak Canih Hermansyah. Pengabdianmu yang tulus akan selalu dikenang oleh warga Desa Srijaya. (Tim SinarLIMA)
DATA PENULIS
-
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)
-
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
-
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.
-
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.
-
Karya: Penulis puluhan buku & Pencipta 12 album lagu religi.
-
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV
-
Kontak: 0878-8727-0732



