NW sejati bagai mutiara
Yang terpendam di dalan jiwa
Imannya kuat sekuat baja
Akhlak mulia sangat sempurna
Salah satu benda yang sangat berharga dan mahal harganya di dunia ini adalah mutiara. Kalau boleh kita umpamakan NW sejati itu karakternya bagaikan mutiara yang terpendam di dalam jiwa. Mutiaranya jiwa adalah iman yang kuat, sekuat baja yang tidak bisa tergoyahkan oleh apapun, walau diterjang badai kehiduapan yang sangat dahsyat menerpa diri.
Untuk mewujudkan iman yang kuat sehingga benar-benar terbukti adalah dengan menampilkan akhlak yang mulia dan berusaha menampilkan akhlak mulia tersebut sampai tingkat sempurna sesuai dengan kemampuan yang ada. Akhlak yang mulia itu adalah perilaku yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan dan tak pernah lelah untuk melakukannya sampai akhir hayat yang telah ditentukan oleh Allah SWT.
Mutiara dimana saja
Tetap berharga sepanjang masa
Itulah hati orang bertaqwa
Hidupnya berharga penuh mulia
Mutiara dimana saja dan kapan saja akan tetap berharga walau terpendam di dasar laut, dalam lumpur atau tercampur oleh tumpukan sampah yang kotor. Itulah perumpamaan hati orang yang bertaqwa, akan tetap terjaga kebersihannya, walau dikelilingi oleh orang-orang yang bermakshiat. Sedikitpun tidak terpengaruh oleh sifat-sifat buruk mereka, justru akan menjadi penerang bagi sekelilingnya. Hidupnya senantiasa berharga, bermakna, bermanfaat dan penuh dengan nilai kemuliaaan baik dihadapan manusia, maupun dihadapan Allah SWT.
Orang bertaqwa sangat dicinta
Oleh Allah Yang Maha Esa
Husnul khatimah akhir hidupnya
Kelak di akhirat masuk surga
Secara otomatis, orang yang bertaqwa amat sangat dicintai oleh Allah Yang Maha Esa, karena ini yang menjadi ukuran kemuliaan seseorang. Allah tidak melihat secantik dan setampan apa tubuh kita, Allah tidak melihat sebanyak apa harta benda yang kita punya dan Allah tidak melihat setinggi apa jabatan yang kita sandang. Tapi yang Allah lihat adalah hati yang senantiasa bertaqwa dan amal shalih yang senantiasa kita lakukan. Apabila nilai taqwa terpatri di dalam hati dan amal shalih senantiasa menghiasi diri, maka ketika kematian itu tiba, in sya Allah mendapatkan husnul khatimah (kematian yang indah dan menyenangkan). Demikian juga orang yang benar-benar bertaqwa, kelak di akhirat akan menempati tempat yang istimewa yaitu di surga yang sangat indah dan penuh bahagia tiada tara. Demikianlah Allah jelaskan dalam surat Az Zumar ayat 73;
وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٰلِدِينَ
“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”.
Orang bertaqwa sangat bijaksana
Tidak arogan semau-semaunya
Tutur kata sangat terjaga
Sikap hidup sangat tertata
Diantara sifat dan watak mulia orang yang bertaqwa adalah sangat bijaksana dalam memutuskan/menetapkan hal-hal penting demi kemaslahatan bersama. Tidak menunjukkan sikap arogan dengan bertindak semau-maunya yang dapat merusak hubungan baik yang sudah terbina selama ini. Dalam bertutur kata/berbicara senantiasa dapat menyusun kata-kata yang sopan, lembut dan berisi. Sikap hidupun dalam sehari-hari menampilkan keindahan dan menatanya demgan akhlakul karimah, sehingga menjadi teladan bagi orang lain.
Orang bertaqwa senang berderma
Kepada orang yang tidak punya
Hatinya bersih tidak ternoda
Oleh segala macam dosa
Sifat dan watak orang bertaqwa yang tak kalah pentingnya adalah senang berderma baik dalam bentuk infaq, zakat maupun shadaqah kepada orang yang tidak punya (fakir, miskin). Itu semua bisa terlaksana karena bersihnya hati yang dimiliki, tidak ada noda hitam akibat segala macam dosa yang mengotorinya. Itulah gambaran orang yang memiliki pribadi yang bertaqwa, senantiasa melakukan hal-hal yang terbaik dalam hidup ini. Semua itu dilakukannya agar Allah senantiasa mencintai, merahmati dan meridhai dalam setiap langkah dalam kehidupan di dunia yang fana’ ini.
Bekasi, 9 Ramadhan 1441 H/2 Mei 2020 M




