Air adalah merupkan sumber kehidupan utama di alam ini. Dengan banyaknya sumber air disuatu daerah, menandakan daerah itu subur dan orang-orangpun betah tinggal disitu. Namun jika air tersebut kurang, itu menunjukkan daerah tersebut tidak subur, sehingga dapat menyebabkan orang-orang tidak akan betah tinggal disitu.
Lombok adalah salah satu pulau yang termasuk sebagian besar daerahnya subur karena banyak memiliki sumber air, walaupun musim sudah memasuki musim panas. Namun ada juga sebagian daerah jika sudah memasuki musim panas, mulai kekurangan air terutama daerah selatan pulau Lombok seperti daerah Pemongkong, Tanjung Ringgit, Jerowaru, Pulau Meringkik dan sekitarnya. Maka untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat disana harus mebeli air.
Sedangkan daerah yang tingkat kesuburannya sedang salah satunya ada di Desa Sikur, Lombok Timur NTB. Karena jika sudah mulai memasuki musim panas antara bulan Agustus sampai bulan Desember, debit air mulai berkurang, namun tidak sampai membeli air untuk keperluan sehari-hari. Untuk mengantisipasi kekurangan air, masyarakat Sikur khususnya di Dasa Luah mendapat bantuan pembuatan sumur bor yang dananya berasal dari dana aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur Dapil III yaitu Asmat SH dan Muhamad Yusri A.Md. Kep.
Pengeboran sumur yang ada di kampung Dasa Luah dimulai hari Rabu, 3 Juni dan berkakhir Senin, 8 Juni 2020, tepatnya di sekitar kolam yang berdekatan dengan musholla Al-Falah. Perlu diketahui kolam tersebut digunakan warga untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci, mandi dan wudhu’. Namun air kolam ini sudah puluhan tahun sangat ketergantungan dengan air yang mengalir dari kali. Jika air kali mulai kering maka air kolampun kering. Terkadang air kolam mengalami kekeringan sampai satu mingguan yang menyebabkan warga Dasa Luah bagian Barat kesulitan mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari. Namun alahmdulillah akhirnya warga disana mendapatkan bantuan penggalian sumur bor dari pemerintah.

Dalam pengerjaan pengeboran yang rencananya 60 meter, tetapi setelah mencapai kedalaman 33 meter airnya keluar sangat jernih bagaikan air mengalir dari mata air pegunungan tanpa melalui pompa air. Keluarnya mata air ini terjadi pada pengeboran hari yang ke 6 tepatnya pada Rabu, 8 Juni 2020. Dan menurut warga angka 33 adalah angka “tasbih” dalam hitungan zikir ba’da shalat, maka mereka menyebutnya dengan mata air “Tasbih”. Subhanallah. Ini adalah karunia Allah yang amat besar tercurah kepada masyarakat setempat dan hal ini bisa dikatakan langka terjadi pada setiap penggalian sumur bor di berbagai tempat yang ada.
Warga Dasa Luah khususnya sangat senang dan bersyukur kepada Allah. Diantara bentuk syukurnya, ratusan warga berkumpul membaca Yasin, tahlil dan tahmid pada hari Sabtu, 1 Juli 2020 ba’da Isya. Hal ini dilakukan karena sekarang ini memiliki sumber mata air baru yang terus megalir 24 jam mengisi air kolam, bahkan melimpah. Sehingga warga merasa tidak kekurangan air lagi dan imbasnya (ini adalah suatu keajaiban), dimana sumur-sumur biasa yang dimiliki oleh warga sekitar, air sumurnya tidak kering lagi termasuk air sumur penulis. karena biasanya jika sudah memasuki bulan Agustus air sumur sudah mulai mengering.

Harapan warga semoga air sumur bor tersebut tetap mengalir sepanjang masa dan sumber air ini bisa dijadikan sumber mata air baru yang berada dikampung Dasa Luah. Jika kita mengamati ternyata di Dasan Luah memiliki 3 sumber mata air yang sudah ada yang diberi nama:
1. Lingkok Nine, khusus untuk kaum wanita yang dibangun sejak zaman Penjajahan dan di Lingkok Nine memiliki sumber mata air khusus untuk air minum warga Desa Sikur, bahkan warga dari luar Desa Sikurpun datang mengambilnya. Air tersebut dapat diambil kapan saja oleh warga tanpa harus bayar (gratis). Kedalama sumber air ini sekitar 1 meteran dan warga tidak perlu menggunakan timba cukup membawa ember untuk mengambilnya,
2. Lingkok Dalem, khusus untuk musholla tempat pengajian atau di lingkungan rumah almarhum Abah Penghulu (orang tua yang dihormati di kampung Dasa Luah)
3. Lingkok Damri, khusus tempat mandi kaum laki-laki,
Semoga Allah tetap memberikan keberkahan dari sumber sumber mata air tersebut, sehingga dapat bermanfaat bagi warga dan masyarakat Dasa Luah dan sekitarnya. Aminn.
Lombok, 12 Dzulhijjah 1441 H/2 Agustus 2020 M




