KENALI TENTANG TOXIC PARENT

KENALI TENTANG TOXIC PARENT

Oleh: Rianty Eska Putri M.Pd

Berbagai macam pola asuh mendidik sang anak tentu tidak dapat disamakan antara orangtua satu dan orangtua yang lain. Ada yang mendidik sang anak dengan cara yang begitu lemah lembut, dan ada juga mendidik anak dengan cara yang disiplin seperti militer. Namun tidak sedikit juga yang mendidik anak menggunakan cara yang keras, dengan harapan agar si anak mampu menghadapi kejamnya dunia luar.

Tapi tahukah kamu terdapat bahayanya sendiri dalam mendidik anak hingga orang tua dapat dikatakan sebagai orangtua yang toxic (toxic parent) hingga dapat menimbulkan masalah mental dan psikis bagi sang anak.

Toxic Parent hal yang mungkin masih awam ditelinga masyarakat, khususnya para orangtua saat ini. Tapi tahukah kamu, apa itu toxic parent? Toxic parent dapat di artikan sebagai perilaku orangtua yang tidak memperlakukan sang anak sebagai individu yang baik, tidak jarang juga bagi toxic parent ini melakukan berbagai macam kekerasan baik fisik maupun verbal yang dapat membuat mental dan psikologis anak menjadi terganggu. Untuk mengetahui gambaran contoh perilaku toxic parent, mari kita kenali ciri ciri toxic parent sebagai berikut :

1. Membandingkan anak dengan orang lain.

Tentu melihat perkembangan anak yang baik akan menjadi kebanggaan setiap orangtua. Namun tanpa disadari banyak orangtua yang masih saja suka membandingkan anaknya dengan orang lain. Seperti contohnya, “Kemarin Andi teman kamu ikut lomba sains hebat banget, kamu gak mau coba kaya teman kamu juga bisa pintar sains begitu”. Contoh seperti itu justru akan berdampak buruk bagi anak, anak akan merasa dirinya dibandingkan, dan seolah tidak mampu seperti teman nya. Hal ini akan menjadikan anak merasa tersaingi.

2. Overprotektif kepada anak

Anak memang membutuhkan perlindungan dari orangtua untuk keselamatan hidupnya, namun kecemasan berlebih bagi orangtua yang menjadikan mereka begitu overprotektif pada anak, justru akan memicu dampak buruk kepada anak, seperti halnya melarang untuk melakukan hal yang ingin mereka lakukan. Contoh anak ingin bermain skateboard, namun kecemasan orangtua yang takut jika anaknya terjatuh sehingga akhirnya melarang sang anak untuk bermain. Kedepannya sang anak akan termindset, “jika bermain skateboard nanti jatuh” hingga akhirnya rasa takut itu timbul. Overprotektif hanya akan menjadikan anak merasa terkekang dan anak tidak akan dapat mencoba hal-hal baru.

3. Tidak mendengarkan keinginan dan keluh kesah anak

Anak cenderung banyak melalukan banyak hal yang terkadang mereka ingin berbagi cerita kepada orangtua, namun terkadang ada beberapa orangtua yang malas mendengarkan cerita atau keinginan sang anak. Anak yang tidak didengarkan oleh orangtua, nantinya akan cenderung tertutup terhadap orangtua. Tentu kedepan nya akan berbahaya jika suatu saat anak memiliki masalah dan tidak tahu cara menyelesaikannya tanpa bantuan dari orangtua.

4. Suka memarahi anak di tempat umum

Hal yang paling berbahaya bagi orangtua jika memarahi anak di depan umum, hal ini dikarenakan anak akan merasa malu dan sakit hati yang cukup mendalam. Apalagi jika memarahi anak dengan kekerasan verbal dan fisik seperti adanya kata-kata kasar, pukulan hingga cubitan. Hal ini akan berdampak buruk bagi mental dan psikis anak.

5. Tidak menghargai usaha dan kerja keras anak

Kebanyakan bagi setiap orangtua sulit untuk menghargai atau memberikan apresiasi bagi anak. Contoh jika anak mendapatkan juara lomba menari namun respon orangtua yang ingin anaknya menjuarai lomba matematika, hal tersebut akan membuat psikis anak menjadi krisis percaya diri bahkan tidak semangat lagi untuk melakukan hal yang disukai dan nantinya akan memicu anak melakukan hal-hal diluar kendali orangtua.

Beberapa ciri tersebut adalah contoh toxic parent yang bagi sebagian orangtua tidak sadar bahwa mereka telah melakukan pola asuh yang buruk untuk perkembangan mental dan psikis sang anak kedepan nya. Bagi para orangtua hindari memberikan pola asuh seperti itu agar anak dapat tumbuh kembang dengan baik.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA