Cegah Radikalisme dan Intoleransi Ummat Beragama. Polres Lotim Gelar FGD.

Cegah Radikalisme dan Intoleransi Ummat Beragama. Polres Lotim Gelar FGD.

Sinar5news.Com – Lomok Timur – Untuk mencegah paham Radikalisme dan Intoleransi Ummat Beragama, Kapolres Lombok Timur ABP.Tunggul Sinatrio,S.I.K,M.H, menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengambil tema “Merajut Persatuan Dalam Bingkai Kebhinekaan Untuk Mencegah Radikalisme dan Intoleransi Ummat Beragama”, di Gedung Dharma, Mapolres Lombok Timur, Senin, (28/12/2020).

Foto : AKBP.Tunggul Sinatrio,S.I.K,M.H. ( Kapolres Lotim – NTB )

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio, Bupati Lotim yang diwakili oleh Asisten I Lotim Mahsin,MM., Ketua Kejaksaan Negeri Lotim diwakili  oleh JPU Kejari Lotim Yogi Sukmana, dan Jajaran Forkopimda Lombok Timur, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat,OKP dan LSM.

Kapolres Lotim AKBP. Tunggul Senatrio S.I.K.,MH., dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang berkenan hadir dalam kegiatan ini yang sebagai lambang kerukunan hidup antar umat beragama.

“Dalam menangani Covid-19 Gugus Tugas Kabupaten Lombok Timur meraih Juara I tingkat Provinsi NTB, kemudian dalam program Kampung Sehat yang diinisiasi Oleh Kapolda NTB, dan sudah dilaksanakan, Lombok Timur juga keluar sebagai Juara I,” Ungkap Tunggul Sinatrio. 

Kapolres juga menambahkan masyarakat harus memiliki pemikiran yang cerdas dalam mengantisipasi penyebaran isu politik yang berkembang. Kabupaten Lombok Timur  harus mempunyai warna yang telah menggambarkan toleransi antar ummat beragama seperti menyambangi ummat kristiani yang melaksanakan hari raya. 

Sementara itu, Bupati Lotim yang diwakili oleh Asisten I Mahsin mengatakan, pemda Lotim sejak awal sudah berkomitmen untuk terus mengawal dan senantiasa menjaga semangat persatuan dan kesatuan, dan mencegah Radikalisme dan Intoleransi. Sehingga pelaksanaan kegiatan ini(FGD-red) sangat relevan.

“Informasi terbaru, sekitar 600.000 WNI yang pernah melaksanakan radikalisme, begitu juga dengan intoleransi yang saat ini berkembang di Indonesia sekitar 46%. Pemda Lotim melalui OPD teknis tetap melakukan koordinasi dengan Instansi terkait dalam rangka mencegah maraknya radikalisme dan intoleransi,” pungkasnya.(Bul)

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA