Derajat penuntut ilmu mendekati para Nabi

Derajat penuntut ilmu mendekati para Nabi

Kemuliaan menuntut ilmu menempati posisi yang sangat istimewa dari yang lainnya. Keistimewaannya dapat dirasakan dan disadari oleh siapapun dari Manusia yang berakal sehat diatas muka bumi ini. Maka tidak heran jika dibelahan dunia dari berbagai negara berpacu memajukan pendidikan.

Dalam agama Islam, menuntut ilmu bukan saja masuk dalam katagori istimewa, tapi sangat istimewa. Yang demikian itu karena keistimewaannya bukan hanya terbatas di dunia, akan tetapi di akhirat pun penuntut ilmu tetap diistimewakan. Dalam sebuah hadits di sebutkan ;

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ جَاءَهُ أَجَلُهُ وَهُوَ يَطْلُبُ الْعِلْم لَقِىَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّبِيِّيْنَ إِلَّا دَرَجَةُ النُّبُوَّةِ.

Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa yang kedatangan ajal, sedang ia masih menuntut ilmu, maka ia akan bertemu dengan Allah di mana tidak ada jarak antara dia dan antara para Nabi, kecuali satu derajat kenabian.” (HR. Thabarani)

Mencari ilmu adalah amal yang mulia dan terpuji, khususnya ilmu agama Islam. Sebab, dengan menekuni ilmu-ilmu agama, berarti seseorang telah berupaya merintis jalan untuk menuju Ridha Allah. Dengan ilmu, seseorang dapat mengetahui dan menghindari larangan-larangan Allah serta menjalankan perintah-Nya. Karena itulah para malaikat senantiasa melindungi para penuntut ilmu. Dan kelak di hadapan Allah SWT mereka akan diberikan kemuliaan yang hanya terpaut satu derajat dengan para Nabi.

Keistimewaan tersebut diatas tentu akan bisa didapat, apabila dalam menuntut ilmu dibarengi dan didasari dengan niat yang tulus ikhlas karena Allah semata. Bukan mencari ilmu supaya mendapatkan kemuliaan, kekayaan dan keistimewaan dihadapan sesama manusia.

Fath

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA