Memaksimalkan Ikhtiar Maknawi (Sila Pertama) Dalam Menuntaskan COVID-19
Sudah ratusan bahkan ribuan para dai, para guru khatib yang selalu mengawali pembicaraannya dengan menyebutkan ungkapan syukur kepada Allah yang telah diberikan nikmat kesehatan dan kesempatan. Pada saat ini Allah sedang memperlihatkan kepada kita harga dari nikmat kesehatan yang tidak ternilai besarnya. Gara-gara satu penyakit yang disebut dengan Covid, semua lini kehidupan menjadi berantakan. Perekonomian hancur, industri macet, pendidikan kacau-balau, penerbangan dan penyeberangan menjadi tidak lancar. Bahkan puluhan sampai ratusan triliun sudah dikeluarkan untuk menangani covid, namun hingga saat ini hampir dua tahun lamanya belum teratasi juga. Ribuan bahkan jutaan kepala memikirkan bagaimana menghentikannya, namun tetap saja belum teratasi.
Pada saat ini, boleh dikatakan bahwa Allah sedang memperlihatkan tentang realita kita sebagai manusia adalah makhluk yang lemah, serba kekurangan dan keterbatasan yang tidak pantas untuk sombong, apalagi merasa paling bisa dan paling benar dari yang lainnya. Sudah saatnya bagi manusia yang suka membusungkan dada dan mengangkat kepalanya untuk menundukkan diri, minta ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas dosa sombong yang telah dilakukan.
Begitu lemahnya manusia, hanya satu virus saja tidak bisa teratasi dalam waktu yang begitu panjang, yaitu kurang lebih dua tahun lamanya. Lalu bagaimana kalau Allah menguji manusia dengan 10 virus yang serupa dengan Corona atau yang lebih dahsyat darinya, tentu manusia tidak akan bisa menghadapinya kecuali dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.
Saat ini juga Allah sedang memperlihatkan kepada kita tentang mahalnya nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah secara cuma-cuma kepada manusia. Karena sangat mahalnya, maka tidak bisa dibeli dengan uang, tidak bisa ditukar dengan jabatan dan kedudukan di dunia. Hanya bisa dibayar dengan banyak-banyak bersyukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat kesehatan. Bersyukur dengan menggunakan lisan dan mengabdi kepada Allah dalam bentuk perbuatan sebagai bentuk manifestasi syukur atas nikmat pemberiannya.
Kendatipun Covid begitu sulit untuk ditaklukan, namun manusia tidak boleh pesimis dalam menghadapinya, karena… selengkapnya baca disini 👎




