Inilah perkara sederhana yang menjadikan puasa tidak sah || edisi 7 Ramadhan 1444 H

Inilah perkara sederhana yang menjadikan puasa tidak sah || edisi 7 Ramadhan 1444 H

Puasa Ramadan adalah salah satu rukun Islam yang harus dilaksanakan oleh seluruh kaum muslimin yang balig, berakal, dan suci dari haid dan nifas. 

Dalam pelaksanaannya, puasa Ramadan memiliki syarat dan rukun yang tidak boleh tidak terpenuhi. Jikalau syarat tersebut tidak ada, begitu juga dengan rukunnya, maka secara otomatis puasa dianggap tidak sah.

Rukun puasa ada dua yaitu Niat (pada malam hari) dan menahan diri dari segala yang membatalkannya. Sedangkan syarat wajibnya adalah beragama Islam, baligh, berakal, sehat, mampu, tidak dalam perjalanan, suci dari haid dan nifas.

Di antara rukun puasa yang telah tersebut diatas, ada rukun puasa yang sangat sederhana dan paling mudah dilakukan, namun rukun ini sering diabaikan sehingga menyebabkan puasa tidak sah. Rukun tersebut ialah memasang niat pada malam harinya.

Terkait dengan wajibnya memasang niat pada malam hari, dalam sebuah hadis dijelaskan tentang hal ini :

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari maka tak ada puasa baginya.”

Karena sederhana dan mudahnya niat ini, tidak sedikit dari orang yang berpuasa lalai dalam memasang niat puasa Ramadan di malam harinya. Padahal, kalau niat tersebut terlupakan di malam harinya, maka dalam Mazhab Syafi’i, niat tersebut tidak bisa diganti pada siang harinya. Puasanya terhitung tidak sah dan wajib diganti di hari yang lain.

Karena begitu pentingnya niat puasa Ramadan pada malam harinya, dan sangat mudah orang lalai padanya, maka sebelum shalat witir, biasanya bersama-sama melantunkan lapas niat puasa Ramadan. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kepada kaum muslimin supaya tetap ingat terhadap niat puasa Ramadan Pada malam harinya.

Berikut lafadz niat puasa Ramadan yang biasa dibaca setelah selesai pelaksanaan shalat tarawih, sebelum melakukan shalat witir :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i fardhi syahri Ramadhâni hâdzihis sanati lillâhi ta’âla.

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta’ala.”

Muhammad Fathi 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA