Sinar5news.com – Selong – Dalam rangka membangun Advokasi untuk perbaikan kebijakan kesehatan reproduksi perempuan di Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat(NTB).
LPSDM(Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra) bekerjasama dengan yayasan kesehatan perempuan Jakarta, telah melakukan suvey layanan JKN yang terkait dengan kesehatan reproduksi perempuan.
Menurut Direktur LPSDM Bahran Ilmi Survey tersebut dilaksanakan dalam 4 tahap yani survey Kuantitatif tahap 1,2 dan 3 dilakukan tahun 2015 – 2017 dan survey Kualitatif dilakukan pada tahun 2018.

“Ada 15 Desa di Lombok Timur ini yang kita ambil sebagai tempat survey dan sekaligus menjadi tempat survey baik survey kuantitatif atau survey kualitatif. Dan survey yang kita lakukan ada 4 tahap. Yakni 3 tahap untuk survey Kuantitatif dan 1 kali untuk survey Kualitatif,” Terang Ilmi.
Untuk menyampaikan hasil surveynya LPSDM melakukan Diskusi dan Dialog Publik hasil survey kuantitatif dan riset kualitatif JKN kaitannya dengan kebutuhan perempuan dalam layanan Kesehatan Reproduksi dan Seksual,yang dihadiri oleh pejabat dari jajaran Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Lombok timur juga dihadiri oleh Kadis Dukcapil Lombok Timur serta pejabat dari kantor BPJS setempat.
Kelompok Perempuan dan kelompok Masyarakat. Senin(23/12/2019).
Sementara itu Ririn dari yayasan perempuan Jakarta memaparkan hasil surveynya . namun sebelumnya Ririn menyampaikan sejarah hingga dilakukannya survey tentang Kesehatan Reproduksi terhadap perempuan.
“Yang melatar belakangi ini adalah masalah kesehatan perempuan di Indonesia menjadi sorotan dan keprihatinan itu ditunjukkan dengan masih tingginya angka kematian ibu yang secara nasional mencapai 305 kematian per 100.000 orang ibu melahirkan,” Ungkap Ririn.

Angka Kematian Ibu(AKI) berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu yang melahirkan. Kesehatan Reproduksi juga belum menjadi perhatian masyarakat hal ini juga disebabkan pemberi layanan dengan sistim JKN hal ini ditunjukkan masih minimnya informasi.
Ada pemahaman ditengah masyarakat bahwa kesehatan reproduksi hanya berkaitan dengan perempuan, ini juga menjadi keprihatinan bagi JP2K(Jaringan Perempuan Peduli Kesehatan) yang dibentuk ditingkat nasional dan salah satu anggotanya adalah LPSDM.
“Ini adalah untuk memperkuat advokasi ini bahwa kesehatan reproduksi dan layanan sexsual itu menjadi perhatian,” paparnya.
Sementara itu Rokyatul Aini dari Dinas kesehatan Lombok Timur menyampaikan bahwa kesehatan reproduksi dan sexsual menjadi atensi Pemerintah Daerah Lombok Timur dan pihaknya secara khusus telah membekali petugas kesehatan yang ada ditingkat kecamatan untuk meneruskan sosialisasinya kepada masyarakat termasuk soal pencegahan AKI(Angka Kematian Ibu).
Sedang Salim Perdana dari kantor BPJS Lombok timur menyampaikan untuk Lombok timur jumlah masyarakat yang sudah masuk menjadi peserta JKN atau BPJS baik yang masuk lewat JKN yang dibayarkan oleh pemerintah dan JKN Mandiri berjumlah sekita 1 juta orang.(Bul)




