Menyambut Air Lubuk Hati
Air hujan tetaplah dingin
Walau turun di siang hari
Walau turun di gurun pasir
Walau jatuh di Jakarta
Walau menetes di Bekasi
Dan hujan di dalam hati
Tetaplah menimbulkan rasa sedih
Namun! Hanya kepada pelatar masjid
Air mata ini boleh diteteskan
Bukan untuk kekecewaan
Bukan untuk penyesalan
Bukan untuk harapan-harapan
Tapi untuk mensyukuri tangisan
Menyambut air lubuk hati
Datang menyentuh kulit pipi
Mereka pun hadir
Membasahi dan menegaskan kapadaku
Bahwa alamat cinta manusia
Harusnya sama
Sang sumber cinta…
Ya Arhama Rahimin
Aku ingin kembali jatuh ke sana
Segera harus kembali ke sana
Sebab,
penghujung ramadan perlahan tiba
Dan malam 1000 bulan itu
seperti enggan menyapa
Oh wahai Zat Yang Maha Suci!
Ampuni hati ini.
MAJW. BEKASI. 6 April 2024




