Cerpen ke-12 : Korsleting Listrik di Pagi Hujan
Senin pagi, 12 Januari 2026, hujan turun begitu deras sejak dini hari di Perumahan Villa Gading Harapan 2 Blok A. Langit masih kelabu ketika sekitar pukul 06.30 WIB, rumah kami tiba-tiba gelap gulita. Listrik mati total tanpa tanda-tanda sebelumnya.
Ternyata, hujan lebat membawa masalah lain. Air merembes dari atap rumah, masuk ke celah-celah tembok, lalu mengalir ke pipa listrik yang tertanam di dinding. Dari situlah korsleting terjadi, memutus aliran listrik ke seluruh rumah.
Istri saya sempat kebingungan. Hujan yang masih deras menyulitkannya untuk keluar rumah mencari bantuan. Ia hanya bisa menunggu sambil berharap hujan segera reda. Setelah cuaca agak membaik, barulah ia mencoba mencari pertolongan kepada tetangga.
Bapak Yayan, yang biasa membantu jika ada masalah listrik, ternyata sudah berangkat bekerja. Alhamdulillah, masih ada Bapak Wasdini yang bersedia menolong. Dengan tenang dan penuh pengalaman, beliau memeriksa sumber masalah dan menjelaskan bahwa rembesan air hujan itulah penyebab utama korsleting.
Bapak Wasdini pun memberikan solusi yang lebih aman: mengganti jalur kabel dengan kabel baru yang dipasang di luar tembok, tidak lagi ditanam di dalam pipa. Menurut beliau, jika kabel kembali dimasukkan ke dalam pipa dan ditanam di tembok, risiko korsleting akan tetap besar selama masih ada potensi rembesan air.
Rupanya, Bapak Wasdini memang terbiasa menangani pekerjaan kelistrikan karena sering terlibat dalam proyek-proyek pembangunan. Peralatannya pun cukup lengkap. Perbaikan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan selesai menjelang tengah hari. Tepat pukul 12.00 WIB, lampu kembali menyala seperti biasa.
Rasa syukur dan bahagia pun tak terucap. Saya dan istri sangat berterima kasih atas kebaikan Bapak Wasdini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda dan kebaikan di dunia maupun akhirat.
Dari peristiwa ini, kami belajar satu hal penting: listrik bukan perkara sepele. Pemasangan harus benar-benar rapi, aman, dan menggunakan kabel yang baik. Atap atau genteng yang bocor pun tidak boleh dibiarkan, karena dari situlah bahaya bisa datang tanpa disadari. Kewaspadaan adalah kunci keselamatan bagi siapa pun yang tinggal di dalam rumah.
Penulis: Marolah Abu Akrom (Jurnalis media SinarLIMA)




