IKATAN SUCI DI HARI YANG FITRAH: Kisah Cinta Reynaldi dan Zahrotul Azizah Menuju Gerbang Sakinah

IKATAN SUCI DI HARI YANG FITRAH: Kisah Cinta Reynaldi dan Zahrotul Azizah Menuju Gerbang Sakinah

IKATAN SUCI DI HARI YANG FITRAH: Kisah Cinta Reynaldi dan Zahrotul Azizah Menuju Gerbang Sakinah

JAKARTA – Suasana syahdu dan penuh haru menyelimuti Sriwijaya Meeting Room, Grand Tjokro Hotel, Jakarta Barat, pada Sabtu pagi, 30 Mei 2026 (bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 H). Dua insan manusia yang saling mencintai, Ananda Reynaldi Mulyatama dan Ananda Zahrotul Azizah, secara resmi mengikat janji suci pernikahan dalam sebuah prosesi yang khidmat, tertib, dan menyentuh hati.

Pernikahan ini menjadi muara indah dari sebuah perjalanan cinta yang tulus. Berawal dari pertemuan sederhana di sela rutinitas kerja pada tahun 2024 lalu, benih-benih cinta itu tumbuh dalam satu arah yang pasti. Menyadari adanya kesamaan visi hidup untuk saling menguatkan dan bertumbuh bersama, keduanya memantapkan langkah melalui prosesi lamaran pada 25 Mei 2025, hingga akhirnya sah menjadi sepasang suami istri di hari yang penuh berkah ini.

Prosesi Pasrah Penyerahan Calon Mempelai Pria

Sebelum memasuki inti prosesi akad, acara diawali dengan prosesi serah terima calon mempelai pria yang berlangsung penuh kehangatan adat dan agama. Pihak keluarga pria yang diwakili oleh Bapak Asep Hermawan, menyampaikan kalimat pasrah penyerahan dengan penuh ketulusan sembari menyerahkan tanda kasih (seserahan).

“Bismillahirahmanirrahim. Kami hadir di sini mengantarkan Ananda Reynaldi Mulyatama, putra terbaik kami, untuk diserahkan sepenuhnya kepada keluarga besar Bapak Rasdi. Dengan hati yang tulus, kami menitipkan ananda untuk segera dinikahkan dan disatukan dengan pilihan kekasih hatinya, Ananda Zahrotul Azizah, oleh orang tua kandungnya sendiri selaku wali nikah yang sah. Kami serahkan pula tanda kasih ini sebagai simbol kesiapan ananda untuk membangun rumah tangga.”

Sambutan Penerimaan Pihak Mempelai Wanita

Ketulusan tersebut disambut dengan tangan terbuka dan penuh rasa syukur oleh pihak keluarga mempelai wanita. Sambutan penerimaan diwakili oleh Ust. Warsim, Ketua DKM Masjid Al-Barokah Guji Baru, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Beliau menyampaikan kesiapan keluarga untuk menerima sang calon menantu:

“Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan, kami mewakili keluarga besar Bapak Rasdi menerima kehadiran Ananda Reynaldi Mulyatama beserta seluruh rombongan keluarga besar dengan tangan terbuka. Amanah penyerahan ini kami terima, dan insya Allah, kami siap untuk segera melaksanakan prosesi pernikahan ini sesuai dengan tuntunan tuntunan syariat Islam. Semoga langkah ini menjadi awal yang berkah bagi kedua ananda.”

Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an Mengawali Prosesi Akad Nikah

Setelah prosesi serah terima selesai, suasana di dalam ruangan Sriwijaya Meeting Room mendadak hening dan penuh kekhusyukan. Acara diawali dengan lantunan indah ayat suci Al-Qur’an, Surat Ar-Rum ayat 21, yang dibawakan dengan begitu merdu oleh Ust. Muslim.

Every bait ayat cinta-Nya yang berkumandang semakin menggetarkan jiwa para hadirin saat Bapak Asep Hermawan membacakan sari tilawah (terjemahan) dengan penuh penghayatan. Pesan suci tentang penciptaan berpasang-pasangan agar jiwa menjadi tenteram (sakinah) serta hadirnya rasa cinta dan kasih sayang (mawaddah warahmah) seolah menjadi fondasi spiritual yang kokoh bagi kedua mempelai sebelum melangkah ke momen inti. Setelah itu, majelis dibuka secara resmi dengan pembacaan Ummul Qur’an, Surah Al-Fatihah, sebagai untaian doa bersama.

Prosesi Ijab Qobul yang Khidmat dan Sesuai Syariat

Pernikahan ini dipimpin langsung oleh Ust. Ahmad Syauki selaku Penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Secara administratif dan syariat, seluruh rukun dan syarat pernikahan telah terpenuhi dengan lengkap, termasuk kehadiran dua orang saksi tercatat yang dihormati, yaitu Bapak Asep Hermawan dan Bapak Mas Roni.

Momen paling sakral terjadi saat ayah kandung dari mempelai wanita, Bapak Rasdi, menjabat erat tangan Reynaldi untuk menikahkan putri tercintanya:

“Bismillah… Ananda Reynaldi Mulyatama, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau kepada anak kandung saya, Zahrotul Azizah, dengan mas kawin berupa cincin emas seberat 1,9 gram dan 2.000 lembar saham PT ITSEC Asia Tbk, dibayar tunai!”

Dengan satu tarikan napas yang mantap dan tegas, Reynaldi mengucapkan qobul:

“Saya terima nikah dan kawinnya dengan mas kawin yang tersebut dibayar tunai!”

Kata “SAH!” yang bergemuruh dari para saksi dan hadirin seketika memecah keheningan, diiringi isak tangis haru kebahagiaan dari kedua belah pihak keluarga besar.

Mahar Unik: Simbol Cinta dan Masa Depan

Ada hal yang menarik perhatian dalam pernikahan ini. Sebagai tanda cinta dan tanggung jawab, Reynaldi memberikan mahar yang memadukan nilai tradisi dan modernitas, berupa:

  • Cincin Emas seberat 1,9 gram

  • 2.000 lembar saham PT ITSEC Asia Tbk (CYBR)

Mahar ini bukan sekadar simbol materi, melainkan wujud kesiapan sang suami dalam membangun fondasi masa depan ekonomi keluarga yang kokoh dan penuh perencanaan.

Langkah Anggun Sang Pengantin Wanita dan Untaian Nasihat Pernikahan

Usai ijab qobul, suasana semakin menyentuh hati ketika mempelai wanita, Zahrotul Azizah, dihadirkan ke ruangan dengan didampingi oleh adik dan sepupunya. Berjalan perlahan di atas karpet putih dengan mata yang berbinar bahagia, Azizah tampil begitu cantik memikat. Ia melangkah menuju sang suami untuk melakukan prosesi cium tangan pertama kali, diiringi doa-doa terbaik dari seluruh tamu undangan.

Foto bersama pasangan pengantin dengan penghulu Ust. Ahmad Syauki menambah suasana semakin bahagia dan berkesan

Dalam khutbah dan nasehat pernikahannya, Ust. Ahmad Syauki menekankan empat pilar penting berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah untuk menjaga keutuhan rumah tangga:

  1. Hunna Libasul Lakum (Saling Menjadi Pakaian): Suami adalah pakaian bagi istri, dan istri adalah pakaian bagi suami—saling menutupi kekurangan, menjaga kehormatan, dan menghiasi satu sama lain.

  2. Mitsaqan Ghalizha (Perjanjian yang Kokoh): Pernikahan adalah perjanjian suci yang kuat di hadapan Allah SWT.

  3. Mu’asyarah bil Ma’ruf: Mempergauli pasangan dengan cara yang baik, santun, dan penuh kasih sayang.

  4. Bermusyawarah: Selalu mengevaluasi dan membicarakan segala persoalan rumah tangga bersama-sama untuk meminimalisir konflik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Janji Suci Suami (Sighat Taklik) oleh Reynaldi Mulyatama sebagai bentuk komitmen tertulis untuk mempergauli istrinya dengan baik sesuai syariat Islam, serta ditutup dengan doa bersama yang sangat menyentuh:

Kebahagiaan Dua Keluarga Besar

Pernikahan yang agung ini menyatukan dua keluarga besar yang saling menghormati:

  • Mempelai Pria: Reynaldi Mulyatama (Anak kedua dari pasangan Bapak Mulyono & Ibu Tati Kurnia Hayati B.)

  • Mempelai Wanita: Zahrotul Azizah (Anak kedua dari pasangan Bapak Rasdi & Ibu Casmiti)

Selamat menempuh hidup baru kepada Reynaldi dan Azizah. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah, rahmat, dan kasih sayang-Nya, serta menjadikan keluarga kalian Sakinah, Mawaddah, warahmah. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin. (Sinar5News)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA