Buletin Jum’at HAMZANWADI Edisi 295 || 24 Muharram 1448 H

Buletin Jum’at HAMZANWADI Edisi 295 || 24 Muharram 1448 H

Hawa nafsu merupakan salah satu ujian terbesar yang dihadapi manusia. Allah Swt. menciptakan nafsu sebagai bagian dari fitrah manusia agar dapat menjadi pendorong untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, ketika hawa nafsu dijadikan sebagai pemimpin kehidupan, bukan dikendalikan oleh akal dan petunjuk agama, maka ia akan menjerumuskan manusia ke dalam berbagai bentuk kesesatan dan kerusakan. Allah Swt. berfirman:

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, lalu Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya?” (QS. Al-Jatsiyah: 23)

Ayat ini memberikan peringatan bahwa orang yang selalu menuruti keinginan nafsunya tanpa mempertimbangkan halal dan haram pada hakikatnya telah menjadikan hawa nafsu sebagai penguasa dalam hidupnya. Akibatnya, hati menjadi keras, sulit menerima nasihat, dan semakin jauh dari petunjuk Allah.

Mengikuti hawa nafsu juga dapat menghilangkan sifat jujur dan amanah. Demi memenuhi keinginan duniawi, seseorang bisa tergoda untuk berdusta, menipu, berbuat zalim, bahkan menghalalkan segala cara. Keinginan yang tidak terkendali akan menutup mata hati sehingga seseorang tidak lagi mampu membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Selengkapnya baca di Buletin Jum’at HAMZANWADI Edisi 295

Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHADI

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA