Kongres Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (Himmah NW) di Hadiri TGB

Kongres Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (Himmah NW) di Hadiri TGB

Sinar5news.com Jakarta-Kongres Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (Himmah NW) di Jakarta hari ini dihadiri Ketua Umum Dewan Tanfidzyah PBNW TGB HM Zainul Majdi. Kepada peserta kongres, berbagai hal disampaikan oleh TGB.

Ketua Organisasi Ikatan Alumni Al Azhar (OIAA) ini menyampaikan, acap kali ketika dikritik orang, respon yang diberikan langsung mengelak.

“Langsung bilang tidak begitu. Kalau bahasa Sasaknya ndek ku ngeno,” katanya, Sabtu 29 Februari 2020.

TGB mengungkapkan, manusia itu ada tendensi mendahulukan kebenaran dari dirinya. Lebih sering menyajikan dirinya di depan orang lain seakan-akan paling benar. Maka Allah memberikan instrumen mutual korektif. Dikatakan, iman dan amal sholeh segala-galanya. Namun, ada jembatan diantaranya.

“Maka Allah katakan, watawa soubil haq watawa soubis shobr. Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran,” bebernya.

Dalam konteks berorganisasi, kata TGB, ini hal yang penting. Jangan menilai iman orang atau menilai kesalehan orang lain.

“Paran dengan lenge, paran diri paling bagus.(Mengatakan orang buruk, dirinya paling bagus),” lanjutnya.

Menurut Doktor Ahli Tafsir Alquran ini, Himmah NW tidak perlu membahas apa yang tengah dibincangkan oleh publik. Belum tentu perbincangan publik itu ada manfaatnya.

“Kita lihat ketika ada musibah tokoh terkenal suaminya meninggal. Dibahas musibah orang dari A-Z di ruang publik. Terus kita milu-miluan komentar, tidak ada bil haq disitu,” pesannya.

Seorang mukmin ketika bicara, lanjut TGB, selalu membahas kemaslahatan kolektif. Memperhatikan titik berangkat dan titik berakhir.

“Titik berangkat al haq, maka titik berakhir juga al haq,” tegasnya.

TGB mengingatkan, pesan yang selalu disampaikan Maulanasyeikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid yaitu pokok NW, iman dan takwa. Maulanasyeikh mengingatkan, sejauh-jauhnya melangkah, pijakan adalah iman dan taqwa. Dan tujuan akhir mewujudkan iman dan taqwa.

“Kita tamassuk, berpegang teguh kepada hal ini,” tandasnya.

TGB HM Zainul Majdi, Ketua Umum DT PBNW hadir dalam Kongres Himmah NW di Jakarta.

Himmah NW, sambung TGB, tidak perlu bergaya struktural. Ketuanya mengambil keputusan, anggotanya tinggal mengikuti. Himmah harus menjadi organisasi fungsional, semua elemen di dalamnya penting.

“Pemimpin bisa menasehati dan dinasehati. Yang dipimpin bisa diarahkan dan memberi masukan, tak ada atas atau bawah, mana bos atau bawahan,” urainya.

Ditambahkan, ketika berbicara al-haq adalah fundamen maka mencari kebenaran. Ikuti yang bicara mengarahkan pada kebaikan.

“Tidak perlu mengikuti arahan yang tak baik. Atau ngajak yang tidak-tidak,” tukasnya.(msi)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA