SELAMAT JALAN IBU MARFUAH, S.PD., KEPALA TK ISLAM NAHDLATUL WATHAN JAKARTA: SOSOK PEJUANG DAN TELADAN
JAKARTA — Hari ini, Selasa, 3 November 2026, langit duka menyelimuti keluarga besar Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta serta keluarga besar media SinarLIMA. Telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang, saudari, guru, sekaligus pejuang pendidikan kita tercinta:
Almarhumah Marfuah, S.Pd Binti H. Mesir
(Kepala TK Islam Nahdlatul Wathan Jakarta)
Kepergian almarhumah meninggalkan luka dan rasa kehilangan yang sangat mendalam bagi keluarga besar, dewan guru, karyawan, para jamaah, serta seluruh masyarakat pendidikan. Beliau adalah sosok pendidik tangguh yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun di bawah naungan Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta.
Jejak Pengabdian dan Perjuangan Tanpa Pamrih
Memulai pengabdiannya sejak awal bergabung sebagai seorang guru di TK Islam Nahdlatul Wathan Jakarta, almarhumah menunjukkan dedikasi, komitmen, dan loyalitas yang luar biasa tinggi terhadap dunia pendidikan. Berkat ketekunan, jiwa pengabdian, dan pengorbanannya yang tanpa pamrih dalam membimbing serta mengantarkan peserta didik meraih cita-cita yang mulia, pihak yayasan kemudian memberikan amanah kepada beliau untuk memimpin dan menjabat sebagai Kepala TK Islam Nahdlatul Wathan Jakarta.
Dalam kesehariannya, almarhumah dikenal sangat peduli, telaten, dan berdedikasi tinggi. Beliau tidak hanya memimpin lembaga di sekolah, tetapi juga aktif dan setia dalam berbagai kegiatan ke-NW-an pada acara-acara tertentu di yayasan, serta selalu bergabung dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial dan pengajian-pengajian yang diadakan oleh pondok pesantren. Beliau juga secara konsisten menanamkan nilai-nilai keislaman dan tradisi doa kepada para peserta didik, termasuk membimbing pembacaan doa-doa mulia seperti Doa Nurul Hayat, Shalawat Nahdhatain, dan Doa Pusaka. Perhatian, keaktifan, dan ketulusan beliau akan terus menjadi sejarah emas serta teladan utama bagi generasi-generasi penerus di lingkungan yayasan.
Prosesi Pemakaman dan Kehadiran Para Tokoh
Pada prosesi pemakaman almarhumah yang dilangsungkan hari ini, tampak hadir memberikan penghormatan terakhir Pimpinan dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, Drs. TGKH. Muhammad Suhaidi, SQ, beserta jajarannya.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan yayasan dan pondok pesantren menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam serta mengenang segala jasa-jasa bakti yang selama ini telah dipersembahkan oleh almarhumah untuk agama, bangsa, dan negara. Pihak pimpinan memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tulus, diiringi doa semoga almarhumah betul-betul mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dengan limpahan ampunan, rahmat, dan ridha-Nya.
Turut hadir pula bertakziah dan mengikuti prosesi pemakaman, Dewan Pengawas Yayasan yang juga Direktur Utama media SinarLIMA, Dr. TGH. Muslihan Habib, MA, yang turut merasakan duka dan kehilangan yang teramat mendalam atas kepergian almarhumah. Suasana pemakaman juga semakin sarat khidmat dengan kehadiran segenap Kepala Sekolah satuan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Wathan Jakarta, yakni Kepala SD, Kepala SMP, dan Kepala SMA Nahdlatul Wathan Jakarta, bersama para guru dan karyawan yang mengantar almarhumah ke peraduannya terakhir.
Pernyataan Bela Sungkawa
Segenap pengurus Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta, para jamaah, serta keluarga besar media SinarLIMA menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya:
“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali. Ketika ajal itu tiba, tidak ada kekuatan apa pun yang mampu menghalanginya. Kita hanya bisa ikhlas dan bertawakal kepada Allah SWT atas ketetapan ini.”
Doa Bersama:
Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa ‘fu ‘anha.
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhumah, mengampuni segala kekhilafan dan dosanya, melipatgandakan pahala atas jasa-jasa jariyahnya di bidang pendidikan, serta menjadikan kuburnya sebagai Raudhah min riyadhil jannah (taman di antara taman-taman surga). Semoga beliau ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT dan kelak mendapat syafaat dari Nabi Besar Muhammad SAW.
Bagi keluarga besar yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran yang luas dalam menghadapi ujian ini. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Selamat jalan, wahai pejuang Islam dan pejuang Nahdlatul Wathan.
Beristirahatlah dengan tenang dan nikmati indahnya pangkuan rahmat Allah SWT, karena engkau adalah hamba-Nya yang taat, berbudi luhur, dan senantiasa berjuang mengabdikan diri melalui jalur pendidikan yang bernilai amal jariyah.
Turut Berduka Cita,
Keluarga Besar Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta
Keluarga Besar Media SinarLIMA / Sinar5News.com





