Banyak orang tidak mengerti sesungguhnya hidup itu untuk apa. Ada orang hidup untuk mencari makan, mencari jabatan, mencari popularitas, mencari kekayaan dan lain sebagainya.
Kalau melihat petunjuk agama, bahwa hidup itu adalah untuk yang Maha Hidup yaitu Allah Subhanahu Wata’ala. Hal ini kita nyatakan secara tegas sebanyak lima kali sehari semalam dalam shalat fardhu, ketika membaca doa iftitah selalu kita ikrarkan, “Inna shalaatii wanusukii wa mahyaaya wamamaati lillaahi Robbil’aalamiin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam.”
Kita ini adalah makhluk lemah, tidak mungkin dapat hidup dengan kekuatan sendiri walaupun terkadang kita merasa kita adalah orang yang sangat kuat dan perkasa. Sebenarnya kita sangat membutuhkan sandaraan kepada yang serba maha yaitu Allah Subhanahu Wata’ala . Ketika kita menyandarkan diri kita kepada makhluk, maka makhluk itu akan binasa. Tetapi ketika ketika kita menyandarkan hidup kita kepada Allah, maka kita akan kuat menghadapi apapun masalah dan ujian yang datang silih berganti. Inilah hakekat kita hidup untuk Yang Maha Hidup. Apabila kita melakukan apapun di dunia ini, jika diniatkan karena Allah, maka kita akan selalu diliputi oleh rahmat-Nya.



