Pelaksanaan haul Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid merupakan salah satu bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap ulama besar yang telah berjasa dalam perjuangan dakwah Islam, pendidikan, dan pembangunan umat. Haul bukan sekadar kegiatan untuk mengenang wafatnya seorang tokoh, melainkan juga menjadi momentum untuk merenungkan perjuangan, meneladani akhlak, serta melanjutkan cita-cita dan perjuangan beliau. Ada beberapa hikmah penting yang dapat dipetik dari pelaksanaan haul Maulana Syaikh.
Pertama, mendoakan Maulana Syaikh.
Salah satu hikmah utama pelaksanaan haul adalah mendoakan Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada beliau. Melalui pembacaan doa, zikir, tahlil, dan kegiatan keagamaan lainnya, umat Islam diharapkan semakin menyadari pentingnya mendoakan orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan mereka. Doa tersebut juga menjadi wujud rasa syukur atas ilmu, nasihat, dan perjuangan yang telah diwariskan oleh beliau kepada umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Wathan.
Selain itu, kegiatan haul mengingatkan kita bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT. Oleh karena itu, kita hendaknya mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal saleh, meningkatkan ketakwaan, dan senantiasa berbuat baik kepada sesama. Dengan demikian, haul tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Baca selengkapnya Buletin Jum’at HAMZANWADI Edisi 310.
Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHADI



