Perayaan HUT RI Ke-75 di Yayasan Pendidikan Shahibain,Pondok pesantren Ibnu Kasim Nahdlatul Wathan Bintan,Kepri

Perayaan HUT RI Ke-75 di Yayasan Pendidikan Shahibain,Pondok pesantren Ibnu Kasim Nahdlatul Wathan Bintan,Kepri

Sinar5news.com BINTAN- Di tengah Pandemi Covid 19, Ponpes Nahdlatul Wathan Bintan Kepri tetap melaksanakan Upacara Bendera memperingati HUT ke-75 RI dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Upacara 17 Agustus dilaksanakan pukul 07.30 WIB di halaman sekolah. Semua peserta upacara wajib menggunakan masker. Bertindak sebagai pembina upacara  Ustad Majduddin Maazi selaku Pengasuh Pondok Pesantren Yayasan Pendidikan Shahibain Nahdlatul Wathan Bintan Kepri dan komandan upacara santri atas nama Rohit Sang Putra Arwin.

Turut hadir pada upacara tersebut ialah wali santri sebagai undangan. Adapun protokol kesehatan yang wajib dikuti oleh wali santri sebelum masuk ke wilayah pondok pesantren adalah pengecekan suhu badan.

Uniknya upacara ini para santri selaku petugas dan peserta upacara menggunakan sarung dan sendal jepit. Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan hal-hal bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran pondok pesantren. Oleh karenanya pembina menekankan agar para santri mempunyai jiwa nasionalisme dan berjuang mengisi kemerdekaan dengan cara belajar yang giat dan disiplin agar bangsa Indonesia dapat bersaing dengan bangsa lainnya.

“Alhamdulillah saat ini pondok pesantren diizinkan untuk dibuka walaupun saat pandemi covid 19,” kata Majduddin. Sehingga perlunya para santri dan semua keluarga besar Nadhlatul Wathan perlunya menjaga kesehatan dan mengikuti protokol kesehatan yaitu selalu menggunakan masker ketika keluar rumah dan rajin cuci tangan. Hal ini bertujuan mencegah penyebaran covid 19 terutama bagi keluarga besar Nadhlatul Wathan. Selain itu Ustad Majduddin Maazi juga menyampaikan bahwa keikhlasan orang tua dan santri dalam menuntut ilmu di pesantren sangat diperlukan agar santri dapat fokus dalam belajar. Pengorbanan merelakan anak belajar di pondok belum apa-apa dibandingkan Nabi Ibrahim a.s yang harus menyembelih anaknya, belum apa-apa dibandingkan pengorbanan para pahlawan merebut kemerdekaan.

Upacara berlangsung khidmat dan setelah upacara diadakan makan bersama keluarga besar Nadhlatul Wathan yang bersumber dana sukarela wali santri.
(ade)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA