Memperkokoh Persaudaraan Sasak di Ibu Kota: 500 Warga Lombok Padati Halal Bihalal di Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta

Memperkokoh Persaudaraan Sasak di Ibu Kota: 500 Warga Lombok Padati Halal Bihalal di Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta

Sinar5news.com – JAKARTA – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan, Jakarta Timur, hari ini. Sejak pagi hari, ratusan warga asal Pulau Lombok yang berdomisili di wilayah Jabodetabek mulai berdatangan untuk menghadiri agenda tahunan Halal Bihalal yang diinisiasi oleh Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO).

Tercatat, tidak kurang dari 500 orang memadati lokasi acara, menciptakan pemandangan layaknya “Lombok Kecil” di tengah hiruk-pikuk megapolitan Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi para perantau untuk melepas rindu, bertukar kabar, sekaligus memperkuat jejaring sosial sesama putra daerah.

Ketua Umum HIMALO, Karman, dalam pidato sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas antusiasme warga Sasak yang hadir. Menurutnya, Halal Bihalal ini bukan sekadar rutinitas pasca-Lebaran, melainkan media strategis untuk menjaga kohesi sosial masyarakat Lombok di tanah rantau.

“Kita menyadari bahwa hidup di perantauan memiliki tantangan yang besar. Oleh karena itu, momen ini adalah media silaturahmi yang sangat penting. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada warga Sasak yang merasa sendirian di Jakarta. Kita adalah keluarga besar yang terikat oleh garis keturunan dan budaya yang sama,” ujar Karman dengan penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa kekuatan masyarakat perantau terletak pada soliditasnya. Melalui HIMALO, Karman berharap warga Lombok memiliki wadah resmi untuk saling membantu, baik dalam urusan sosial, ekonomi, maupun pengembangan potensi diri.

Salah satu poin utama yang ditekankan Karman dalam arahannya adalah pentingnya menjaga etika dan martabat suku Sasak di mana pun berada. Ia mengimbau agar warga Sasak senantiasa mengedepankan prinsip saling dukung dan saling junjung.

“Di mana pun bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Saya menghimbau kepada seluruh saudara-saudaraku warga Sasak, mari kita saling dukung dalam kebaikan dan saling menjunjung kehormatan sesama. Jangan sampai ada perpecahan. Kita harus menunjukkan bahwa orang Lombok adalah pribadi yang santun, pekerja keras, dan memiliki solidaritas tinggi,” tegasnya.

Selain pesan internal, Karman juga menitipkan pesan kebangsaan. Ia mengharapkan warga Sasak mampu menjadi elemen masyarakat yang solutif dan memberikan manfaat bagi lingkungan tempat mereka tinggal. Ia menegaskan pentingnya mendukung program-program pemerintah yang berdampak positif bagi masyarakat luas. Menurutnya, kontribusi warga perantau adalah kunci dalam menyukseskan pembangunan nasional, dimulai dari kepatuhan dan partisipasi aktif di tingkat lingkungan terkecil.

Acara yang berlangsung khidmat ini juga menunjukkan kedekatan komunitas perantau dengan birokrasi setempat. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran jajaran pejabat pemerintahan yang memberikan apresiasi atas eksistensi warga Lombok di Jakarta.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur. Kehadiran institusi ini menegaskan bahwa organisasi kedaerahan seperti HIMALO merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kerukunan antarwarga di Jakarta yang multietnis.

Tak hanya itu, tokoh-tokoh pemerintahan dari wilayah Penggilingan dan Cakung juga nampak hadir di tengah-tengah jamaah. Mulai dari tingkat Lurah hingga Camat, para pemangku kebijakan ini menyaksikan langsung bagaimana warga Sasak mampu berorganisasi dengan tertib dan penuh kedamaian.

Kegiatan Halal Bihalal ini juga diwarnai dengan nuansa religius yang kental, mengingat lokasi acara berada di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan, organisasi yang menjadi simbol pendidikan dan dakwah bagi masyarakat NTB.

Sajian kuliner khas Lombok seperti Ayam Taliwang dan Pelecing Kangkung turut menghiasi meja-meja hidangan, menambah kental suasana kampung halaman. Gelak tawa dan obrolan dalam bahasa Sasak terdengar di setiap sudut pondok pesantren, menciptakan harmoni yang indah di tengah keragaman Jakarta.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Lombok, baik yang berada di perantauan maupun yang berada di kampung halaman. Dengan suksesnya acara ini, HIMALO berharap semangat persaudaraan ini tidak berhenti di sini, melainkan terus mengalir dalam interaksi sehari-hari warga Sasak di ibu kota.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA