Penuh Kekhusyukan, Warga VGH 2 Bekasi Gelar Doa Bersama Empat Bulanan Kehamilan Keluarga Edi Suhedi
VILLA GADING HARAPAN II – Suasana khidmat, sejuk, dan penuh keberkahan menyelimuti Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) 2, Blok A3 No. 17, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada hari Ahad, 5 Juli 2026, tepat pukul 16.30 WIB, kediaman Bapak Edi Suhedi dan Ibu Eka Riyanti dipenuhi oleh lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan kalimat tayyibah dalam acara Doa Bersama Empat Bulanan Kehamilan.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri oleh Ibu-ibu warga Blok A Perumahan VGH 2, serta dihadiri langsung oleh Ketua RT 006 RW 002, Ibu Kasiah. Kehadiran para tetangga ini menjadi bukti nyata kuatnya tali silaturahmi dan indahnya semangat kebersamaan antarwarga.
Senjata Orang Beriman dan Doa Terbaik untuk Sang Jabang Bayi
Acara diawali dengan pembacaan surat-surat pendek, zikir, tahlil, dan doa yang dipimpin langsung oleh Imam Masjid At-Tawwabin, Ust. Amrullah, S.Ag, MM, atau yang akrab disapa di media sosial dengan nama Abu Akrom.
Dalam untaian doanya, segenap jamaah memohon kepada Allah SWT agar kehamilan Ibu Eka Riyanti senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, kesehatan, dan keberkahan hingga proses persalinan nanti. Harapan besar juga disematkan untuk sang jabang bayi.
“Jika yang lahir nanti seorang putri, semoga Allah menjadikannya anak yang sholehah. Dan sekiranya yang lahir adalah seorang putra, semoga menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada kedua orang tua, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta tumbuh menjadi insan yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” ucap Ust. Amrullah dalam untaian doanya yang diamini dengan khusyuk oleh seluruh jamaah.
Mengutip hadis nabi, Ust. Amrullah mengingatkan bahwa doa adalah senjatanya orang beriman. “Senjata kita bukan pistol yang mematikan, bukan pula panah. Senjata terkuat kita adalah doa. Dengan doa, kita bisa menyelamatkan kehidupan dan mengubah takdir atas izin Allah. Saat sedang kesulitan, saat menghadapi ujian, kuncinya adalah mengetuk pintu langit melalui doa,” jelasnya.
Tausiyah Menyejukkan: Saling Menjaga Aib dan Tanggung Jawab Suami Lahir Batin
Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan tausiyah menyentuh hati yang disampaikan oleh Ust. Amrullah seputar kehidupan rumah tangga dan masa-masa kehamilan. Beliau menekankan betapa besarnya tanggung jawab seorang suami, terutama saat sang istri tengah mengandung.

“Kehamilan ini adalah amanah. Seorang suami harus hadir secara sempurna, memberikan nafkah yang halal, memastikan pengobatan dan kesehatan istri terjaga, serta yang tidak kalah penting adalah selalu mendoakannya. Melalui doa orang tua, anak kita bisa dibentuk oleh Allah menjadi anak yang pintar, cerdas, bahkan bisa jadi ulama atau presiden. Di hadapan Allah, tidak ada yang tidak mungkin,” tutur Abu Akrom.
Lebih lanjut, Ust. Amrullah memberikan nasihat mendalam bagi pasangan suami istri dan warga yang hadir untuk selalu menjaga keharmonisan rumah tangga dengan cara menutup rapat-rapat aib keluarga.
“Jangan sampai kita mengumbar kekurangan suami atau istri di luar rumah. Rumah tangga itu tempat kita saling menutupi kekurangan, bukan membocorakannya kepada orang lain yang akhirnya justru memperkeruh suasana. Mari kita kontrol ucapan kita agar selamat di dunia dan akhirat. Bersihkan hati dari rasa sombong, iri, dan dengki agar ibadah kita tidak sia-sia,” pesannya dengan penuh kelembutan.
Komitmen Lahir Batin Bapak Edi Suhedi
Menanggapi tausiyah tersebut, Bapak Edi Suhedi selaku tuan rumah menyatakan kesiapan lahir dan batinnya untuk menjaga, melindungi, dan mendampingi istri tercintanya, Ibu Eka Riyanti, sepanjang proses kehamilan hingga hari persalinan nanti. Momen ini pun terasa semakin manis dan haru ketika kilas balik kisah asmara dan pertemuan awal mereka di masa lalu yang didasari niat suci kembali dikenang di hadapan warga.
Acara Doa Bersama ini diakhiri dengan suasana yang penuh kerukunan. Warga yang hadir pun berharap agar lingkungan RT 006 RW 002 Perumahan VGH 2 terus diberkahi dengan kedamaian, dan keluarga Bapak Edi Suhedi senantiasa dibimbing menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta dipisahkan hanya oleh maut yang menjemput. (SinarLIMA)



