Di era ini, gawai dan internet telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari membuka mata di pagi hari hingga menjelang tidur malam, layar digital selalu menemani aktivitas kita. Teknologi digital sejatinya adalah anugerah besar yang menawarkan berbagai kemudahan, termasuk akses cepat ke kajian keagamaan, jadwal salat, dan pembelajaran Al-Qur’an. Namun, di balik segala kemudahan tersebut, arus informasi yang deras juga membawa tantangan besar yang dapat mengikis keimanan secara perlahan jika kita tidak waspada. Fenomena pamer kemewahan, hoaks, serta paparan konten negatif kini begitu mudah diakses hanya dengan satu ketukan jari. Oleh karena itu, kita memerlukan strategi nyata untuk membentengi iman agar tetap kokoh di tengah gempuran dunia maya.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengkurasi “makanan” bagi algoritma media sosial kita. Sadar atau tidak, apa yang sering kita lihat akan menentukan apa yang terus disajikan oleh lini masa. Kita harus mengambil kendali penuh dengan sengaja mengikuti akun-akun yang membawa dampak positif, seperti akun dakwah keagamaan yang menyejukkan, tips finansial syariah, atau komunitas sosial penuh kebaikan. Jangan ragu untuk memanfaatkan fitur blokir atau senyap pada konten-konten yang memicu rasa dengki, minder, atau pikiran negatif.
Langkah kedua adalah menerapkan prinsip digital tabayyun, yaitu menyaring informasi sebelum membagikannya. Kecepatan internet sering kali memicu kita untuk menjadi yang tercepat dalam menyebarkan berita tanpa memeriksa kebenarannya. Agama Islam mengajarkan kita untuk selalu melakukan konfirmasi mendalam agar tidak menimbulkan fitnah. Sebelum menekan tombol bagikan, tanyakan pada diri sendiri apakah informasi tersebut benar dan membawa manfaat. Jika hanya memicu perdebatan sia-sia, lebih baik hentikan penyebarannya di tangan kita sendiri. Selengkapnya baca di Buletin Jum’at HAMZANWADI Edisi 294
Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHADI





