Berdasarkan sumber- sumber local, dapat diketahui bahwa daerah Banten sebelum Kesultanan, masih berada dibawah Kerajaan Sunda Pajajaran. Banten merupakan salah satu bumi intelektualitas yang banyak melahirkan ulama ilmiah dan pejuang. Banten tidak hanya dikenal dengan intelektualitas keulamaannya, tetapi juga dari segi pewacanaan masa lampau, daerah ini menyimpan segudang sejarah yang banyak dikaji oleh peneliti dari dalam maupun manca Negara. Sultan pertama Banten, Maulana Hasanuddin, memerintah tahun 1527-1570.
Pada masa pemerintahan Hasanuddin, kekuasaan Kesultanan Banten diperluas ke Lampung hingga Sumatera Selatan. Pasca Maulana Hasanuddin, Kesultanan Banten menunjukkan signifikansi kemajuan sebagai sebuah kerajaan Islam di Nusantara. Sultan Maulana Yusuf, sebagai pengganti ayahnya, memimpin pembangunan Kesultanan Banten di segala bidang. Strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan infrastruktur kota, pemukiman penduduk, keamanan wilayah, perdagangan
dan pertanian.
Hadirnya Sultan Maulana Yusuf memberikan arti penting bagi
kemajuan Kesultanan Banten. Periode pemerintahannya selama kurun
waktu sepuluh tahun (1570-1580) dapat dianggap sebagai fase awal bagi
pembangunan Kesultanan Banten sebagai kota kosmopolitan yang maju
pesat di segala bidang. Perkembangan Kesultanan Banten menunjukkan signifikansinya
ketika pemerintahan dikendalikan oleh Sultan Maulana Yusuf (1570-1580).
Anak kandung Maulana Hasanuddin ini memiliki kepribadian jasmani yang
kuat. dia merupakan manusia multidimensi yang selalu memimpin
pasukannya di garda terdepan. Dalam peperangan merebut Pajajaran (1579),
Maulana Yusuf menjadi panglima perang yang memimpin pasukannya.
Dalam melanjutkan misi dakwah, Maulana Yusuf menjadi pemimpin cum
ulama yang menyebarkan agama Islam ke berbagai pelosok Banten. Dan
dalam pengembangan Kesultanan Banten, Maulana Yusuf menjadi teknokrat
yang mengembangkan Kesultanan Banten sebagai salah satu bandar utama
di Nusantara. Kesultanan Banten pada masa pemerintahan Sultan Abdulfatah atau Sultan Ageng Tirtayasa mencapai puncaknya dalam bidang politik, perdagangan, perekonomian, dan lain-lain.
Kesultanan Banten mulai mengalami kemunduran sejak perang kelompok yang dipimpin Sultan Abu Nasr Abdul Kahar atau Sultan Haji yang dibantu VOC melawan Sultan Ageng Tirtayasa yang berakhir dengan jatuhnya Surasowan dan tertangkapnaya Sultan Ageng Tirtayasa.
19 November 2020
Hipzon Putra Azma



