Sejumlah usaha yang dilakukan oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mensukseskan pembangunan Mandalika ini, lanjut Wagub Rohmi, yaitu penambahan kapasitas bandara internasional Zainuddin Abdul Madjid, penyediaan infrastruktur ICT, penyediaan sarana dan kesiapsiagaan mitigasi bencana, manajemen galian C dan standar galian, pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja terampil, peningkatan kualitas akomodasi, atraksi, dan pelayanan wisata serta manajemen transportasi.
“Sirkuit Mandalika memiliki panjang lintasan 4,32 Km dengan 93,2 ribu kursi serta area terbuka untuk 138,7 ribu penonton. Sementara itu, bypass yang akan dibangun dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid sampai ke Mandalika sepanjang 17 Km yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2020. Pelabuhan Gili Mas Sekotong juga telah siap beroperasi mulai awal tahun 2020,” paparnya.
Selain Mandalika, Wagub yang juga ketua BKOW NTB ini memaparkan tentang dua cagar biosfer dunia yang dimiliki NTB yaitu Rinjani dan SAMOTA.
“Ditetapkannya Rinjani dan SAMOTA sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO, maka keharusan bagi kami di NTB untuk sungguh-sungguh memperhatikan lingkungan,” tegasnya.
Kami di NTB, lanjut Wagub, menjadikan kebersihan itu menjadi program prioritas melalui program Zero Waste.
“Program Zero Waste ini kami betul-betul masifkan di NTB. Karena kami sadar betul bahwa penanganan sampah ini menjadi sangat krusial dan sangan penting didalam membangun Lombok dan Sumbawa,” jelasnya.
Desa-desa di NTB juga, lanjut Wagub Rohmi kita dorong untuk membentuk bank sampah. Terlebih, di 100 desa wisata prioritas yang telah ditentukan.
“Desa wisata yang kami bangun di NTB dibagi kedalam 6 kategori yaitu 9 desa wisata Ekraf, 14 desa wisata budaya, 24 desa wisata alam, 18 desa wisata agro, dan 34 desa wisata bahari,” sebutnya.
Rakornas Pariwisata ke-III tahun 2019 yang berlangsung dari 10-11 September 2019 ini mengangkat tema “Pengembangan 5 (lima) Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Hadir membuka Rakornas adalah Menteri Pariwisata RI Bapak Arif Yahya.(amh)



