Prof.Agustitin: *SADAQAH_*
*Secara etimologis, kata sedekah memiliki makna yang sejajar dengan keimanan (As-Shidqu), yaitu membenarkan keimanan dalam bentuk amal perbuatan. Dari sini, maka keimanan seseorang perlu dipertanyakan ketika ia mengaku beriman namun tidak dermawan, ia enggan untuk menginfakkan sebagian harta yang dimilikinya untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda, *_“Perilaku dermawan itu adalah bukti keimanan.”_* (HR. Muslim).
Sebaliknya, *_Allah mengecam orang yang tidak mau berbagi kepada orang miskin sebagai pendusta agama_*
(Q.S Al-Ma’un: 1-3).
*Banyak orang beranggapan bahwa sedekah hanya bermanfaat bagi si penerima. Padahal, sedekah juga memberikan manfaat luar biasa bagi pelakunya, orang yang memberikan sedekah* Dari sisi ruhaniah, *_Allah secara jelas mengungkapkan bahwa sedekah yang dikeluarkan menjadi sarana membersihkan diri dari dosa dan mensucikan jiwa dari sifat kikir_*
(Q.S At-Taubah: 103).
*Syariat islam telah mengajarkan kebiasaan mulia untuk bersedekah sebagai wujud kepedulian kepada sesama. Bukankah Rasulullah SAW telah memberikan janji besar bagi mereka yang mau meringankan beban orang lain? Rasulullah SAW bersabda,* *_“Barangsiapa meringankan beban kesulitan seorang mukmin ketika di dunia, maka kelak Allah akan meringankannya dari kesulitan di hari kiamat.”_*
(HR. Muslim).
*The Power of Sadaqah Saudarakoe..*
*Orang dermawan yang gemar bersedekah juga menempati kedudukan yang mulia di sisi Allah. Ampunan serta surga seluas hamparan langit dan bumi dijanjikan oleh Allah bagi mereka yang suka bersedekah, baik di kala senang maupun susah (Q.S Ali Imran*
*Jembatan menuju kesuksesan*
*Ibnu Qayyim -Rahimahulloh- berkata :*
*السيادة في الدنيا،والسعادة في العقبى لا يوصل إليها إلا على جسر من*
*”kesuksesan di dunia dan kebahagiaan di akhirat tidak akan pernah tercapai kecuali melalui jembatan keletihan.”*
*SEMOGA CAHAYA ILLAHI ROBBIE SENANTIYASA MENERANGI JIWA KITA*



