Sinar5news.com- jakarta- keluarga besar Gerakan Bhineka Nasionalis ( GBN ) pimpinan Eros Jarot merupakan lembaga Ormas. Mengadakan deklarasi dan pengukuhan dewan pengurus bersama untuk meresmikan dan meneguhkan semangat kelembagaan. Penguatan peran wadah guyub menjaga ukwah kebangsaan agar tetap terbina kekompakan pengurus organisasi ditubuh GBN Indonesia. Semua pengurus, simpatisan dan anggota sepakat untuk bersama dalam satu nafas gerakan kerakyatan melalui wadah berhimpun Ormas GBN.
Kontekstualisasi kegiatan ini dengan kondisi kebangsaan khususnya warga bangsa Indonesia yang selalu dilanda goncangan dengan semakin rapuhnya rasa solidaritas kebersamaan. Terutama di dalam keberagaman memberikan kesan yang kurang elok. Nilai solidaritas kebangsaan dan kebhinekaan yang terus terkoyak menjadi sorotan akhir akhir ini, akibat politik adu domba telah merobek tenunan persatuan bangsa ini menjadikan acara ini bertemakan “ Gerakan Rakyat Bhineka Tunggal Ika”.
Seiring dengan perjalanan kebangsaan yang semakin tidak menentu, penguasaan aset hanya di tangan segelintir konglomerat hitam. Oligarki semakin merajalela. Amanat reformasi sudah kehilangan arah. Arah berbangsa semakin jauh dari nilai dasar moral Budi kemuliaan. Maka nilai dasar Pancasila haruslah menjadi spirit kebangsaan dengan berpedoman pada amanat pendiri bangsa untuk selalu patuh tunduk pada nilai kebudayaan. Mewujudkan keadilan sosial untuk seluruh warga bangsa. GBN ini hadir untuk memperjuangkan amanat penderitaan rakyat.
Kegiatan acara deklarasi dan pengukuhan dewan pengurus GBN nasional ini diselenggarakan secara ofline dan online pada hari ahad,Tgl 29 Mei 2022 Pukul 14.00 wib sampai selesai berlokasi di Markaz besar GBN jln. Penjernihan satu no. 50 Jakarta Pusat. Merupakan kontribusi bersama antara semua pengurus dan panitia serta seluruh anggota lainnya yang berhimpun di ormas GBN.
Ketua umum Mas Eros Jarot dalam pidato sambutan orasi kebangsaannya tegas menyampaikan; ” Perjalanan Reformasi yang mengorbankan banyak anak muda sudah salah arah, korupsi semakin menggila baik dari tingkat yang paling rendah pemerintah desa sampai posisi yang paling tinggi ditingkat pusat. Reformasi yang dulu berjanji mengahdirkan clean government dan good governance tanpa korupsi, nevotisme dan KKN hanyalah selogan kosong. Semua sudah menyimpang jauh”.
“Hanya dengan kembali ke jalan yang benar jalan Pancasila dan jalan UUD 45 seaslinya. Lewat kerja kebudayaan, perdamaian dan kedamain dengan menghadirkan pradaban yang berkeadilan untuk dapat mengahdirkan kehidupan yg beradab berkeadilan hanya dengan menjalankan Pancasila kehidupan akan lebih beradab untuk perdamaian dunia”.
“Saya mengajak semua elemen untuk berhenti bertikai. Tidak akan berarti kemenangan jika tidak membawa kedamain dan kesejahteraan untuk rakyat. Kelompok nasionalis sejati. Semua sektor milik para konglomerat mana hak rakyat dan negara. Berkuasa tanpa menguasai apa² inilah penguasa ilusi. Akibat pemimpin dan penguasa yang tidak bertanggung jawab. Akibat nafsu saling menghabisi bangsa terporak poranda, akibat badai nafsu para pemimpin seakah. Dipicu oleh kondisi kebangsaan yg sudah porak poranda. GBN hadir untuk kembali mewujudkan cinta² UUD 45. Sudah saatnya ajaran pendiri republik seharusnya menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa untuk mengembalikan ajaran Pancasila. GBN akan selalu berada dibarisan rakyat yang siap berhadapan dengan musuh² rakyat. GBN bersikap kopratif namun tetap keritis terhadap pandangan pemerintah. Pemerintah harus kerja cerdas tingkatkan dari keras menjadi lebih berani kerja keras dan cerdas. Bendera merah putih, UUD 45, bhineka tunggal Ika, NKRI. Adalah empat pilar dan Pancasila adalah dasar dari empat pilar. ia adalah dasar negara kita. Ia adalah cita dari arah kebudayaan kita yg berkepribadian, bermartabat. Untuk itu siapapun yang setuju secita-cita satu napas tujuan. Pintu gerbang GBN menyambut kehadiran anda untuk bersama merapatkan barisan dan bersama berjuang mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Bila anda mau, kami mau, dan kita semua mau, maka hanya tiga kata yang selalu kita kobarkan; kita mau, kita mampu, kita bisa”. Demikian orasinya yang ditutup dengan pekikan bersama. Bhineka! Tunggal Ika!. Indonesia! Merdeka!. Merdeka! Merdeka !
Para peserta deklarasi yang hadir all : Semua pengurus tingkat nasional baik dari ketua² bidang. Dewan pertimbangan. Dewan penasehat dan Dewan pakar. Serta tamu undangan dan peserta simpatisan dan anggota.

Acara lancar sangat meriah, humanis, penuh optimis dan kekeluargaan. Diawali dengan doa oleh semua agama dan dengan penyerahan bendera merah putih dan Pataka GBN dari perwakilan buruh, tani, pedangan, ojek dan asisten rumah tangga kepada ketua umum GBN untuk dikibarkan diseluruh tanah Nusantara. (red )




