Sinar5news.com -Mataram – Diskusi yang diadakan oleh Forum Pemuda Kreatif diwarnai oleh pertanyaan-pertanyaan yang menjadi tawaran dari para bakal calon pemimpin kota Mataram yang hari. Satu pertanyaan menjadi sorotan dari salah satu peserta diskusi.

Widi, salah satu mahasiswa UIN Mataram dari Kekalik menanyakan wacana H. Irzani yang akan membuat program 200 juta per lingkungan.
“Banya saya lihat di media sosial dan media cetah, pak Irzani ini akan kasi 200 juta per lingkungan, dari mana dananya itu pak? Apa bisa menyelesaikan seluruh permasalahan lingkungan,” ungkap Widi bertanya.
Irzani dengan lantang menjelaskan bahwa hal itu tidak mustahil mengingat APBD Kota Mataram tahun 2020 hampir 1,6 triliun, dengan APBD sebesar itu, seluruh lingkungan bisa mendapatkan dana tersebut secara merata.
“Itu yang saya gagas 200 juta per Lingkungan bukan main-main, itu realistis mengingat APBD kita yang cukup besar 1,6 triliun, 200 juta per lingkungan hanya menghabiskan 65 miliar,” jelas Irzani.
Ia mengatakan bahwa uang 200 juta untuk kepentingan rakyat sangatlah kecil, apapun yang akan dilakukan seharusnya demi kepentingan rakyat utamanya masyarakat Kota Mataram.
“200 juta per lingkungan hanya 4% dari APBD, apa susahnya demi kepentingan masyarakat. Ada yang protes mengatakan tidak ada regulasi, kita buat regulasinya. Itu tidak akan bertentangan dengan peraturan yang diatasnya, pasti bisa,” terangnya.
Hal ini hanya terkendala kemauan pemimpin saja, ia menegaskan bahwa jika ingin menyelesaikan permasalah kota Mataram, harus diselesaikan dari bawah.
“Asal walikota mau, tidak ada yang tidak bisa, itulah sebabnya pendekatan struktural yang harus clear dulu, APBD itu bukan hanya utk aparatur tp harus lebih besar untuk rakyat, makanya pebting bahwa pemimpin itu harus serius, harus konsisten, pemimpin itu fokus berkhidmad untuk masyarakat bukan untuk kepentingan oknum tertentu,” tegasnya.
Ketua pemuda Kreatif Mataram, Tamhid, SH asal Sekarbela mengatakan bahwa diskusi ini dalam rangka memperdalam konsep dan gagasan paca calon pemimpin kota mataram utk generasi milenial yang jumlahnya hampir 49% yg tinggal dimataram yakni usia 15-40 tahun.
Tamhid SH mengatakan “Kita sudah undang para Bakal Calon pemimpin Kota tapi yang hadir hanya H. Irzani dan H.L. Makmur Said….sementara yg lain berhalangan…. Bulan depan kita akan laksanakan lagi dgn tema yg lebih khusus”.




