Allah sebagai dzat yang maha pencipta tentu lebih tahu tentang kondisi manusia sebagai makhluk ciptaannya. Allah lebih tahu dari manusia sendiri terhadap segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya.
Demikian juga dengan dihadirkannya agama Islam untuk manusia adalah tidak lain untuk memudahkan hidup mereka dalam memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Agama Islam sesuai dengan kemampuan yang manusia miliki, dan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Karena agama Islam itu memberikan kemudahan bagi pemeluknya, maka tidak pantas bagi manusia untuk memperberat dirinya mengamalkan apa yang dia tidak mampu melakukannya. Karena bila memaksa diri mengamalkan ajaran Islam yang dirasa berat, maka manusia akan mengira bahwa ajaran Islam itu berat dan sulit. Padahal, dalam Islam disediakan model amalan yang begitu banyak, tinggal dipilih model amalan mana yang dia inginkan.
Adapun tentang amalan yang wajib seperti shalat lima waktu, maka kaum muslimin harus memaksa diri untuk melakukannya. Tentang cara melakukannya tinggal dipilih, boleh dengan duduk jikalau tidak kuat berdiri, dan boleh berbaring atau bertelentang bagi yang tidak kuat shalat berdiri atau shalat dengan cara duduk.
Maka, jika orang yang tidak kuat melakukan shalat dengan berdiri, namun dia tetap memaksa diri untuk shalat dengan cara berdiri, disini akan dirasakan Islam itu berat, padahal dia sendiri yang memperberat dirinya.
Begitu juga dengan amal yang lain dalam Islam, akan terasa ringan dalam pengamalan jika dilakukan sesuai dengan aturan, sesuai kemampuan dan sesuai perintahnya.
Penjelasan tentang agama itu mudah dapat kita temukan pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist: 38. Berikut teks haditsnya :
حَدَّثَنَا عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ مُطَهَّرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عَلِيّ
عَنْ مَعْنِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْغِفَارِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنْ الدُّلْجَةِ
Telah menceritakan kepada kami Abdus Salam bin Muthahhar berkata, telah menceritakan kepada kami Umar bin Ali dari Ma’an bin Muhammad Al Ghifari dari Sa’id bin Abu Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit). Maka berlakulah lurus kalian, mendekatlah (kepada yang benar) dan berilah kabar gembira dan minta tolonglah dengan Al Ghadwah (berangkat di awal pagi) dan ar-ruhah (berangkat setelah zhuhur) dan sesuatu dari ad-duljah ((berangkat di waktu malam) “.
Muhammad fathi





