Wawancara Eksklusif Dengan Sopyan Hadi Calon Kades Srijaya: Membangun Desa dengan Semangat Muda dan Pengabdian
SinarLIMA.com, BEKASI – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan (NW) Gabus, Tambun Utara, pada Sabtu siang (2/5/2026). Di sela-sela aktivitas majelis, tim SinarLIMA berkesempatan berbincang hangat dengan sosok muda yang sedang menjadi perbincangan hangat di Desa Srijaya: Sopyan Hadi, calon Kepala Desa (Kades), didampingi oleh tandemnya, Alan Kurniawan, calon Sekretaris Desa (Sekdes) untuk periode 2026-2034.
Berangkat dari akar rumput sebagai Ketua BPD, Sopyan membawa visi segar tentang transparansi dan solusi nyata bagi tanah kelahirannya. Berikut petikan wawancaranya:
Langkah Awal: Dari BPD Menuju Pengabdian Lebih Luas
SinarLIMA (SL): Assalamualaikum Pak Sopyan, kabar beredar Bapak siap maju di kontestasi Pilkades Srijaya. Sejauh mana persiapannya hingga hari ini?
Sopyan Hadi (SH): Waalaikumussalam. Alhamdulillah, persiapan sudah mencapai 70%. Gerakan ini sebenarnya sudah berjalan sekitar 8 bulan. Kami keliling dari rumah ke rumah, menemui kelompok pengajian, dan elemen masyarakat lainnya. Karena saya beranjak dari posisi Ketua BPD selama satu periode (8 tahun), saya sudah cukup paham bagaimana bermitra dengan pemerintahan desa dan apa yang sebenarnya dibutuhkan warga.
SL: Anda disebut sebagai salah satu kandidat termuda. Apa strategi khusus untuk merangkul pemilih?
SH: Betul, insyaallah saya termasuk yang termuda dari tiga kandidat yang ada. Fokus kami adalah kaum milenial dan Gen-Z, tanpa melupakan para tokoh tua. Kami ingin menghadirkan semangat baru. Pemimpin muda itu harus berani tampil karena mereka punya mimpi besar dan energi yang masih penuh untuk mengabdi.
Fokus Utama: Infrastruktur dan Transparansi
SL: Apa masalah krusial di Desa Srijaya yang menjadi prioritas Bapak jika terpilih nanti?
SH: Masalah klasik kita adalah infrastruktur, terutama saluran air. Saat musim hujan, kendala air yang tidak mengalir lancar sering terjadi. Fokus utama saya adalah membenahi saluran dari hulu ke hilir agar efektif dan mengurangi dampak banjir. Selain itu, transparansi anggaran. Warga harus tahu apa yang kita bangun dan bagaimana pengelolaannya. Tanpa transparansi, pembangunan tidak akan efektif.
SL: Bagaimana dengan pendamping Bapak, Mas Alan Kurniawan?
SH: Mas Alan adalah sosok yang sevisi. Kami sudah mempersiapkan pemberkasan dengan matang. Pendaftaran insyaallah dibuka pada 26 Juli nanti, dan pemungutan suara di bulan September. Kami optimistis karena pergerakan kami murni dari bawah.
Kedekatan dengan Majelis dan Tokoh Agama
SL: Wawancara ini dilakukan di lingkungan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan (NW) Gabus. Seberapa besar pengaruh nilai-nilai keagamaan dalam visi kepemimpinan Anda?
SH: Sangat besar. Saya pribadi aktif di Majelis Taklim. Dorongan untuk maju ini pun salah satunya datang dari para Ustaz setelah acara taklim. Mereka ingin ada “anak muda” yang duduk di pemerintahan agar bisa menjadi jembatan bagi kegiatan keagamaan. Gabus ini kental dengan suasana religiusnya. Kehadiran NW di sini luar biasa, dari SD sampai Perguruan Tinggi, anak-anak kita sekolah di sini dan disalurkan sesuai keilmuan mereka. Ini adalah rumah sendiri bagi kami.
SL: Anda sering menyinggung kekaguman terhadap pimpinan pesantren di sini. Apa yang Anda teladani?
SH: Beliau (Pak Kyai) maksudnya Drs. KH. Muhammad Suhaidi pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Gabus adalah sosok inspiratif. Gabus yang dulu mungkin dianggap “gelap,” kini menjadi terang bercahaya karena kehadiran beliau. Rahasianya adalah keikhlasan dan kemampuan merangkul semua golongan. Itulah resep pemimpin yang ingin saya teladani: bisa masuk ke semua kalangan dan mengerti bahasa rakyatnya.
Kesiapan Mental: Menang atau Belum Rezeki
SL: Pilkades adalah kompetisi. Bagaimana jika takdir berkata lain?
SH: Menang tentu harapan kita, tapi mental kekalahan pun sudah saya siapkan. Jika belum rezeki, saya akan tetap berjuang untuk masyarakat. Menjadi pemimpin itu soal pengabdian, bukan sekadar jabatan. Kita bisa mengabdi di mana saja, minimal di lingkungan keluarga dan tetangga.
SL: Terakhir, apa pesan Anda untuk warga Desa Sriwijaya?
SH: Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, guru-guru, dan kaum muda. Mari kita satukan tekad. Yang muda yang berkarya, yang muda yang memimpin. Mari kita bangun Desa Srijaya yang lebih baik untuk anak cucu kita ke depan.
Reporter: Tim Redaksi SinarLIMA. Lokasi: Ponpes Nahdlatul Wathan, Gabus, Bekasi.
DATA PENULIS
-
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)
-
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
-
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.
-
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.
-
Karya: Penulis puluhan buku & Pencipta 12 album lagu religi.
-
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV
-
Kontak: 0878-8727-0732



