Ma’had Aly Al Aqidah Al Hasyimiyah Jakarta Gelar Khataman Kitab Bersanad

Ma’had Aly Al Aqidah Al Hasyimiyah Jakarta Gelar Khataman Kitab Bersanad

Sinar5news.com – Jakarta – Dalam rangka memeriahkan HAUL Al-Maghfurlah KH. Hasyim Adnan Ke-35 yang dipusatkan di Kampus Al Aqidah Jakarta ini, maka berbagai bentuk kegiatan yang dilaksanakan, seperti Ziarah ke makam Kyai Hasyim, Khataman Al Qur’an dan termasuk Khataman Kitab Bersanad.

Adapun puncak kegiatan HAUL yang dirangkai dengan Temu Alumni Kampus Al Aqidah Jakarta akan diselenggarakan besok, Jumat 10 Februari 2023 di Masjid Al Muntaha yang di komplek kampus Al Aqidah Jakarta di Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur. Acara Haul dimulai, setelah usai shalat Jum’at.

Menurut konfirmasi dari Panitia Pelaksana Haul ke Media SinarLima bahwa sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat serta para alumni kampus Al Aqidah, seperti KH. Mahdum Ibrahim, MA, Dr. Effendi Chairi, MA dan lainnya siap hadir. Demikian juga, Penceramah inti, Prof. KH. Syukron Makmun in syaa Allah dipastikan hadir.

Sebagai kegiatan menarik dan penting yang digelar pada sore hari ini sampai malam adalah Khataman Kitab Bersanad. Dalam kegiatan penting ini, pengasuh Ma’had Aly Al Aqidah Al Hasyimiyah Jakarta, KH. Jamaluddin F Hasyim mengundang KH. Marwadzie Al-Makki, al-Batawie, seorang ulama/kyai yang merupakan murid langsung dari Syaikh Muhammad Yasin Al Fadani untuk memberikan ijazah Sanad Kitab, Al Arbain Aljuniah dan Bidayatul Hidayah.

Dalam pantauan Media SinarLima hari ini, bahwa Pimpinan STAI Al Aqidah Al Hasyimiyah Jakarta, H. Muslihan Habib sangat menyambut baik gelaran penting dalam menjaga tradisi sanad keilmuan tersebut. Menurunya, terkait dengan belajar ilmu agama (ulum Al-Diniyyah) tidak pernah sama dengan ilmu dunia (ulum al-Duniyyah). Ilmu agama tidak bisa otodidak dan merasa cukup melalui media sosial misalnya. Lebih lanjut disampaikan juga pernyataan Imam Al Syafi’i yang mengatakan bahwa Tiada Ilmu tanpa Sanad.

Kemudian Muslihan Habib menyebut juga pernyataan yang sering disampaikan oleh gurunya, Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Pancor, Lombok yang sering kali menyebut ungkapan Syaikh Ibn Sirin yang tertuang dalam Muqaddimah Shahih Muslim pada hal. 10 yang menyatakan bahwa ilmu ini adalah agama, maka perhatikan dari siapa mengambilnya.

Dalam komentar Pengasuh Ma’had Aly Al Aqidah Al Hasyimiyah Jakarta yang disampaikan ke media SinarLima menyebutkan bahwa Belajar agama tidak cukup dengan membaca buku-buku, apalagi sebatas terjemahan, menonton Youtube, atau mendengarkan podcast semata. Ilmu yang didapat dari sosok guru yang jelas dan mempunyai sanad, maka muaranya akan menghasilkan ilmu yang bisa menentramkan hati dan menjernihkan akal pikiran, bukan justru menghasilkan kegemaran dalam saling menyalahkan.

Dalam penjelasannya lebih jauh, Ketua KODI DKI Jakarta ini bertanya, kenapa harus Bersanad? Menurutnya, bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Menjadi pribadi yang berilmu menjadikan diri kita memiliki derajat yang lebih tinggi. Namun, bila ilmu tanpa memiliki sanad, maka gurunya tak lain dan tak bukan adalah setan. Mengapa? Karena ilmu agama bukan ilmu yang sifatnya coba-coba, tetapi ini menyangkut perilaku akhlak dunia dan akhirat. Salah pengamalan akan mengantarkan pada kesesatan. Jika ingin memiliki ilmu agama yang benar, maka hendaklah menghadiri majelis taklim yang dibimbing oleh ustaz atau ulama.

Akhirnya, semoga kegiatan penting terkait Khataman Kitab Bersanad dalam menjaga tradisi sanad keilmuan ini terlaksana dengan lancar dan berkah. (Red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA