Genderang perang terhadap beberapa kelompok yang akhir- akhir ini marak kita jumpai di wilayah nusantara adalah model busana Arab Yahudi ortodoks yaitu celana cingkrang dan cadar sedang santer dibicarakan dunia maya. Adalah sebuah institusi kementrian Agama mencoba menertibkan pegawainya atau pelayan rakyat disana ( ASN ) dan semua kementrian pada umumnya. Akan diatur sedemikian rupa hal pelayanan publik dan busananya. Di sisi lain aturan adalah norma yang mesti dipatuhi oleh semua anggota baik dari level paling bawah sampai kepala tertinghinya. Hal seragam ini Indonesia adalah paling banyak aturan dan seragam. Dari sejak sekolah sampai pegawe diseragamkan. Inilah yang menjadikan kita anak bangsa kuantitatif karena dari sejak dini selalu diseragamkan seakan akan kita tidak boleh berbeda. Padahal keragaman dan perbedaan adalah ciri khas Nusantara.
Sebagus apapun aturan jika kemundian tidak dibarengi dengan pembinaan, pendidikan pemahaman atas segala upaya untuk menjadikan anak bangsa paham dengan agama atau budaya bangsanya tidak akan optimal manakala hanya dilihat parsial. Tidak ada kesinambungan acuan baku sejenis yang harus ditananamkan sejak dini usia sekolah. Pendidikan kurikulum sekolah belakangan ini paska orde baru cendrung berubah ubah dari segi kurikulum dan aturan mainnya. Sejatinya pendidikan karakter pancasila atau budaya bangsa harus selalu ada sebagai identitas sehingga generasi bangsa tidak lupa dengan jati diri dan budaya bangsanya. Saat ini kecendrungan sekolah hanya memperlihatkan unsur pengajaran tapi unsur pendidikan sudah terkikis. Hal demikian yang menjadikan anak bangsa tercabut dari akar budaya dan cendrung liar sehingga paham keagamaan dan budaya bangsa lain yang selalu berinteraksi sama mereka menganggap inilah jalan kami. Padahal itu bukan asli nusantara.
Sejatinya dalam melihat fenomena busana yang sangat melegenda di ASN khususnya adalah harus dijadikan otokeritik terhadap pelaksana negara khususnya para petinggi untuk dapat memberi contoh kepada bawahan lebih lebih partai yang sangat berperan besar mengubah arah bangsa ini. Dalam kebijakan dan aturan yang mereka buat. Kelemahan kita semua di negri ini adalah banyak fatwa aturan ceramah miskin uswatun khasanah suri tauladan daripada pelayan negara di tingkat elit. Maupun ditingkat pimpinan lembaga dan organisasi. Sehingga rakyat bawah kurang simpati terhadap ajakan himbauan karena rakyat hanya jadi obyek penderita.
Pertarungan pilpres sudah usai menandakan semua harus sudah melebur menjadi 03 persatuan indonesia. semua partai harus berideologi pancasila dan jika terbukti partai mengangkat isu khilafah misalnya dalam NKRI ini seharusnya dibereskan atau ditutup sebagaimana komunis yang melanggar Pancasila harus dibubarkan. Dalam hal ini negara harus tegas sehingga wibawa negara terhadap rakyatnya selalu tinggi. Dengan demikian paham-paham yang dapat memecah belah bangsa dapat dideteksi sejak dini. Serta ajaran yang melawan Pancasila segera dibina kembali ke NKRI.
Ada beberapa solusi utk meredam radikalisme : pertama, kurikulum bermuatan lokal hal pancasila dan hidup berbudi pekerti harus dimulai dari sekolah dasar. Kedua, pemberdayaan ekonomi di tingkat bawah. Ketiga, membubarkan partai yang membawa paham aneh tidak terima Pancasila. Empat, harus ada suri tauladan di tingkat pimpinan kepada bawahan. Kelima. Hukum harus tegak menjemput bola kepada masyarakat yang enggan melaporkan.
Akhirnya celana cingkrang dan cadar bukan hal yag aneh di nusantara. pakaian adat tradisional sebagian daerah di Nusantara ini ada yang bercadar dan celana cingkrang. Yang harus diwaspadai adalah ajaran dan pemahaman yang sempit terhadap Islam dan agama yang lain.sehingga tidak menjelekkan kelompok lain. Tanggung jawab negara menyediakan ruang pablik utk semua hidup berdampingan bersama Membangun bangsa. Sehingga khazanah Nusantara yang kaya budaya etnis kepercayaan semakin menakjubkan dunia. asalkan seluruh tumpah darah saling menghormati, toleransi tidak ada yang melawan Pancasila. Akan tetapi jika terbukti menggerogoti Pancasila harus segara ditenggelamkan.




